BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Hingga kini kabel phoding milik Perusahaan Lisrik Negara (PLN) masih menjadi target utama pencuri. sejak awal tahun 2016 ini sedikitnya sudah tiga kali pencurian kabel tersebut terjadi di wilayah luar kota Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat (Kobar).


Menurut Supervisor Teknik PLN Rayon Pangkalan Bun Suprapto, Jumat (22/4/2016) lokasi hilangnya kabel phoding tersebut biasanya terjadi di Pembuang Hulu, Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan dan Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kobar.


"Kabel yang menjadi target pencurian biasanya berada di trafo yang terpasang di tempat sepi atau jauh dari perumahan. Padahal bagian trafo yang terdapat kabel tersebut sudah kita beri tambahan pengaman yaitu rantai bergembok. Namun tetap saja hilang. Terakhir hilangnya kabel tersebut terjadi sekitar minggu pertama April di Kecamatan Pangkalan Banteng," jelasnya.


Menurutnya dalam sebuah trafo terdapat dua jenis kabel phoding yang terbuat dari tembaga dan terdapat di trafo. kabel itu memiliki ukuran berbeda. Untuk kabel jenis in berukuran 95 - 120 mm. sedangkan kabel jenis out berukuran 70-95 mm. Sedangkan panjang kabel itu adalah tujuh meter.


"Setiap jenis kabel itu dibundel dalam satu pipa. Dalam setiap pipa bundel berisi empat kabel. Sedangkan pada satu trafo terdapat tiga bundel kabel yang terdiri satu bundel berisi kabel jenis in dan dua bundel berisi kabel jenis out. Kandungan tembaga dalam kabel tersebut yang diincar para pencuri," jelasnya.


Walau kasus pencurian ini sudah terjadi sejak tahun lalu dan sudah dilaporkan ke pihak kepolisian, nampaknya hingga saat ini masih belum ada titik terang pengungkapan kasus ini. 


"Terkait hal tersebut bukan wewenang saya untuk menjawabnya," ujarnya. (WAHYU KRIDA/m)