SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Petani khawatir kemunculan orangutan di Jalan Jenderal Sudirman Km 15, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, merusak tanaman.

"Kami takut orangutan masih ada, karena kami berencana menanam sawit. Bahkan kelompok tani kami hari ini sudah memulai menanam padi," kata Perwakilan Kelompok Tani Mandiri Makmur, Shindu Yusminto, Rabu, 8 November 2023.

Dia mengatakan, orangutan kerap menampakkan diri sejak 2 bulan lalu. Bahkan kemunculan orangutan sempat terekam video sedang bergelantungan di ranting pohon.

Lanjutnya, orangutan yang berada di lokasi tersebut diduga muncul karena habitatnya terdampak kebakaran hutan dan lahan.

"Memang 1 minggu terakhir ini sudah tidak nampak, tetapi kami takut jika tidak dievakuasi akan berdampak terhadap kebun kami," ujarnya.

--page

Pihaknya khawatir kemunculan orangutan mengganggu tanaman petani. Karena petani mulai menanam padi bibit IR36 untuk membantu ketahanan pangan Kotim dengan luas area penanaman direncanakan 108 hektare. Saat ini telah siap 30 hektare dan digarap dengan sistem bandep atau gotong royong.

Ia mengaku, telah melaporkan kemunculan satwa yang dilindungi tersebut kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sampit. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut.

"Mereka menjawaban bahwa di Kotim belum ada alat dan team rescue masih di Pangkalan Bun," terangnya.

Shindu berharap, BKSDA Pos Sampit segera merespon kejadian ini. Agar petani melakukan kegiatan pertanian tanpa khawatir kemunculan orangutan merusak tanaman. (DEWI PATMALASARI/j)