BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Kalteng Muhajirin mengatakan, angka putus sekolah di Kalteng ini perlu untuk diperhatikan oleh pemda baik provinsi, kabupaten dan kota.
Pasalnya, angka putus sekolah di Kalteng tergolong cukup tinggi terutama terjadi di pelosok yang diakibat berbagai hal diantaranya seperti perekonomian hingga pernikahan dini.
"Persoalan ini perlu penganan dan intervensi dari pemda, jika dibiarkan dikhawatirkan bisa jadi efek domino negatif terhadap pembangunan daerah," ucapnya, Selasa, 14 November 2023.
Efek negatif yang akan ditimbulkan yaitu akan dapat menciptakan banyaknya pengangguran dan kemiskinan. Maka dari itu diperlukan solusi untuk mengurai atau menangani persoalan ini.
Menurutnya, angka putus sekolah merupakan persoalan serius yang harus benar-benar diperhatikan, jangan sampai ini diabaikan sebab tumpuan pembangunan selanjutnya itu ada pada generasi muda.
--page
"Kita harap ada solusi dengan program baik itu stimulus beasiswa bagi yang tidak mampu, pelatihan pada berbagai bidang dan lain sebagainya," pungkasnya. (DONNY D/H)









