PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Meski telah disosialisasikan di tiga kota yakni Pekanbaru pada 14 November 2023, Medan pada 21 November 2023 dan terakhir di Palangka Raya pada 28 November 2023, namun pionir pengolahan Tandan Kosong atau Tankos Kelapa Sawit menjadi Biocharcoal adalah Kalimantan Tengah.

"Sejauh ini, pengolahan tankos sawit menjadi biocharcoal melalui karbonisasi baru dilakukan oleh PT BGA di Palangka Raya, Kalimantan Tengah yang menjadi pilot project penerapan teknologi dari Tiongkok ini," kata Kepala Divisi Teknologi Proses, Program Studi Teknik Industri Pertanian, IPB University, Prof Dr Erliza Hambali kemarin.

Menurut Guru Besar Departemen Teknologi Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian ini, industri perkebunan kelapa sawit, biaya terbesar yang dibutuhkan agar tanaman tumbuh dengan baik dan subur serta berbuah baik adalah pupuk.

"Biaya pemupukan sekitar 80 persen dari keseluruhan biaya operasional perkebunan tersebut karena itu Tankos Kelapa Sawit merupakan alternatif yang dapat menurunkan biaya pemupukan dengan mensubstitusi pupuk kimia dengan bahan karbon hasil dari proses karbonisasi tandan kosong kelapa sawit," jelasnya.

Karena itulah, lanjutnya, Workshop Karbonasi Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Pemanfaatannya sebagai Pupuk Organik untuk Substitusi Pupuk Kimia pada Perkebunan Kelapa Sawit kerjasama IPB University dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS ini sampai dilakukan di tiga kota besar di Indonesia.

--page

"Penggunaan karbon dari Tankos Kelapa Sawit mampu menurunkan biaya pemupukan di perkebunan kelapa sawit sebesar 20 persen," tuturnya.

Proses karbonisasi Tankos KS akan menghasilkan karbon/arang sebagai produk utama 30 persen dan vinegar wood atau asap cair 6 persen serta tar 3 persen sebagai hasil samping.

"Kandungan hara dan mineral yang terdapat pada karbon/arang tandan kosong kelapa sawit adalah N, P, K, Mg dan mineral lainnya. Unsur inilah yang sangat diperlukan oleh tanaman sawit untuk dapat berkembang dengan baik dan menghasilkan buah sawit yang sehat dan relative besar," bebernya.

Usai pembukaan workshop, digelar juga jumpa pers kepada awak media dengan pembicara mulai dari Prof Erliza, Kepala Divisi Program Pelayanan BPDPKS Arfie Thahar, Head of Research & Development- PT Bumitama Gunajaya Agro Adhy Ardiyanto.

Kemudian perwakilan Gapki Kalteng Sukarman, Dosen Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, IPB University Prof Dr Herdhata Agusta, serta perwakilan Beston - China Tom Zhang. (TESTI PRISCILLA/H)