BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Gubernur (Wagub) Kalteng Edy Pratowo memberitahukan, berdasarkan data hingga September 2023 sebanyak 414 desa di Kalteng belum berlistrik PLN.
Kondisi kelistrikan Kalteng telah interkoneksi dengan Sistem Kalsel-Kalteng-Kaltim, dengan daya mampu pasok sebesar 1.846 MW, Beban Puncak tercatat 1.391 MW, sehingga memiliki surplus daya mampu 455 MW (25 persen).
"Untuk itu, Pemerintah Provinsi Kalteng gencar melakukan pembangunan ketenagalistrikan, bertujuan untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional maupun daerah," katanya, Kamis, 14 Desember 2023.
Pihaknya melakukan percepatan peningkatan Rasio Elektrifikasi dan Rasio Desa berlistrik di Provinsi Kalteng yang masih RD PLN 73,65 persen dan RE PLN 94,53 persen pada 2024.
"Kami menargetkan pembangunan listrik desa sebanyak 200 desa yang memang belum berlistrik PLN dengan PLTS tersebar," ungkapnya.
--page
Selain itu juga katanya, mencetus Program Bantuan Pasang Baru Listrik untuk 5500 Rumah Tangga.
Sasarannya bagi masyarakat tidak mampu, yang telah terdaftar dalam data terpadu kesejahteraan sosial di Kementerian Sosial. (MARINI/H)









