BORNEONEWS, Palangka Raya - Niat Hermansyah, alias Ansyah, mengedarkan 1.000 butir obat daftar G jenis Zenith ke kawasan penambangan emas daerah Kabupaten Gunung Mas, pupus di tengah jalan.
Pria 33 tahun, warga Jalan Handel Irian, Anjir Serapat, Kabupaten Kapuas itu keburu tertangkap anggota Polsek Pahandut saat sedang menggelar razia di Pahandut Seberang, Palangka Raya, Jumat (29/4/2016) sekitar pukul 22.00 WIB.
Zenith yang dikemas dalam 10 boks, masing-masing boks berisi 100 butir itu ditemukan di tas ransel Ansyah. Saat ini, dia diproses di Polsek Pahandut.
"Mau saya edarkan ke sana (penambangan). Untuk tambahan penghasilan. Karena lagi sepi (hasil tambang)," kata Ansyah, di Polsek Pahandut, Senin (2/5/2016).
Kapolsek Pahandut AKP Ani Maryani mengatakan, Ansyah tertangkap ketika hendak menuju Kabupaten Gunung Mas, usai mengambil barang di Palangka Raya. Sebelumnya, dia berangkat dari Kuala Kurun menggunakan motor Vixon KH 5650 BR pada pukul 04.00 WIB.
Setiba di Palangka Raya, dia membeli barang itu kepada seseorang seharga Rp2,1 juta. Kemudian pada malam hari ia ermaksud kembali ke Gunung Mas, tapi pupus di tengah jalan.
Dari hasil pemeriksaan, satu keping Zenith (isi 10 butir) ia beli seharga Rp21 ribu. Kemudian dia berencana menjual di daerah Gunung Mas satu kepingnya seharga Rp50 ribu. Selain sebagai pengedar, Ansyah juga rutin memakai.
Ansyah beralasan jika mengonsumsi obat tersebut, tenaga lebih kuat ketimbang biasa-biasa saja. "Kalau minum ini jadi kuat (saat menambang emas)," aku Ansyah. (BUDI YULIANTO/m)





