BORNEONEWS, Sampit - Dua pencuri dump truck yang menjadi buronan Polres Kota Kota Banjar Baru, Kalimantan Selatan, akhirnya berhasil diringkus oleh jajaran Reserse Mobile (Resmob) Polres Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat (6/5/2016) dini hari.

Kedua tersangka itu yakni Alpan Sahroni, 23, warga Jl Pandawa, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotim. Dia merupakan pelaku utama dalam pencurian tersebut. Sedangkan temannya yang merupakan sopir adalah Hendrik, warga Jl MT Haryono, Kecamatan Mentawa Baru ketapang.

Mereka mencuri truck milik Budi, pada Jumat (29/4/2016) lalu, dan ditangkap di Kotim sepekan kemudian.

“Sebenarnya ada tiga pelaku dalam pencurian truck tersbeut, namun satu orang lainnya yakni Deni sudah berhasil diringkus lebih dulu oleh jajaran Polres Kota Banjar Baru,” ujar Kapolres Kotim AKBP Hendra Wirawan melalui Kasat Reskrim Polres Kotim Iptu Reza Fahmi, Jumat (6/5/2016).

Dari pengakuan Alpan, dia mencuri truk itu seorang diri. Namun kedua temannya itu membantu memberitahu cara melakukan eksekusi dan juga sebagai sopir untuk menggantikannya saat membawa truk tersebut ke Kota Sampit.

Pencurian itu bermula ketika dirinya bertemu dengan Deni. Temannya itu mengatakan bahwa sangat mudah mencuri truk milik Budi tersebut. Dengan cara mengambil kunci kontak sopir truk di atas meja warung tempat mereka beristirahat.

Mendengar perkataan temannya itu, Alpan langsung melaksanakannya. Ia berhasil mengambil kunci truck tersbeut. Setelah berhasil, dia langsung membawa kabur truk itu ke Kota Sampit. Hal itu dilakukan untuk menghilangkan jejaknya.

Sesampainya di Sampit, dia langsung memarkirkan truk itu di salah satu semak-semak, sekitar Jl Jendral Sudirman Km 8, Kecamatan Mentawa Baru, Ketapang. Ini untuk menghilangkan jejaknya sementara waktu, sebelum dibawa ke Kalimantan Barat (Kalbar) untuk dipakai mengangkut buah sawit.

Namun belum sempat dibawa ke Kalbar, pelaku keburu tertangkap oleh Resmob Polres Kotim. Sehingga rencana mereka bertiga gagal, bahkan harus mempertanggungjawabkannya di balik jeruji besi. (M HAMIM/m)