PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Menjelang pelaksanaan Pemilu 2024 yang tinggal beberapa hari lagi, Polresta Palangka Raya menggelar pemeriksaan kesehatan dan pelatihan khusus bagi 260 personel yang akan bertugas mengamankan tempat pemungutan suara (TPS) di  Palangka Raya.

Kegiatan tersebut berlangsung di aula Yusuf Suganda Mapolresta Palangka Raya, Senin 5 Februari 2024. dengan melibatkan personel Sidokkes Polresta Palangka Raya dan Biddokkes Polda Kalimantan Tengah.

Kapolresta Palangka Raya, Kombes Pol. Budi Santosa, mengatakan bahwa pemeriksaan kesehatan ini bertujuan untuk memastikan kondisi fisik dan mental setiap personel tetap stabil dan prima, sehingga dapat melaksanakan tugas di lapangan dengan maksimal.

“Pemeriksaan kesehatan ini meliputi pendaftaran, pemeriksaan darah, urine, EKG/Treadmil, periksa gigi, tensi dan rontgen thorax. Ini adalah upaya kami untuk menjamin kesehatan dan keselamatan personel kami dalam menjaga keamanan dan ketertiban Pemilu 2024,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Kapolresta, para personel yang terlibat pengamanan TPS juga akan diberikan pelatihan khusus terkait tugas dan tanggung jawab mereka dalam menjalankan pengamanan pemilu, mulai dari tahap kampanye, pergeseran logistik, hingga pemungutan dan penghitungan suara.

--page

“Kami juga akan memberikan pengetahuan tentang Tactical Floor Game (TFG) dan simulasi pengamanan TPS, yang merupakan metode untuk memberikan gambaran pelaksanaan tugas di lapangan, cara bertindak, langkah antisipasi, dan penanganan gangguan kamtibmas yang mungkin terjadi saat Pemilu berlangsung,” jelasnya.

Kapolresta menambahkan, dengan kombinasi antara kesiapan fisik dan pengetahuan yang memadai, diharapkan personel Polresta Palangka Raya dapat menghasilkan pengamanan Pemilu 2024 yang efektif dan aman, serta dapat memberikan rasa nyaman dan aman kepada masyarakat yang akan menggunakan hak suaranya.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Palangka Raya untuk hadir di TPS pada saat pemilihan berlangsung, dan menggunakan hak suaranya dengan bijak dan sesuai hati nurani. Kami juga mengajak masyarakat untuk menjaga ketertiban dan kerukunan, serta menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan konflik dan perpecahan,” pungkasnya. (PATHUR/j)