BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Otto Fitriandy mengatakan bahwa sektor Pasar Modal Kalteng menunjukkan kinerja baik dengan jumlah investor yang terus meningkat.
"Pada sektor Pasar Modal menunjukkan kinerja yang sangat baik, ditandai dengan jumlah investor selalu meningkat dari tahun ke tahun," kata Otto pada Rabu, 6 Maret 2024.
Sampai dengan Desember 2023, lanjut Otto, jumlah investor saham sebanyak 97.338 investor, bertambah 16.733 investor dari tahun sebelumnya.
"Sementara itu jumlah transaksi saham pada bulan Desember 2023 sebesar Rp7.246,56 miliar atau meningkat sebesar Rp6.750,04 miliar dari tahun sebelumnya," terangnya.
Hal ini menurut Otto sejalan dengan peningkatan jumlah total saham yang dimiliki mengalami peningkatan sebesar Rp3.042 miliar dari tahun sebelumnya menjadi sebesar Rp4.278,64 miliar pada bulan Desember 2023.
--page
Sementara itu, pasar saham Indonesia sampai dengan 29 Februari 2024 masih menunjukkan penguatan, dimana IHSG menguat 0,60 persen ytd ke level 7.316,11, serta membukukan net buy sebesar Rp18,44 triliun ytd. Beberapa sektor di IHSG pada Februari 2024 masih menguat diantaranya sektor infrastruktur, dan sektor barang konsumen primer.
"Dari sisi pertumbuhan nilai kapitalisasi pasar saham per 29 Februari 2024 tercatat Rp11.687 triliun atau secara ytd naik tipis sebesar 0,11 persen," kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar.
Di sisi likuiditas transaksi, lanjutnya, rata-rata nilai transaksi pasar saham sampai dengan 29 Februari 2024 tercatat Rp10,66 triliun ytd.
Di pasar obligasi, indeks pasar obligasi ICBI pada 29 Februari 2024 menguat 0,98 persen ytd ke level 378,28. Secara ytd, yield SBN naik rata-rata sebesar 3,20 bps di seluruh tenor dengan non-resident mencatatkan net sell sebesar Rp4,93 triliun ytd.
"Untuk pasar obligasi korporasi, investor non-resident juga tercatat net sell sebesar Rp1,60 triliun ytd," katanya.
--page
Di industri pengelolaan investasi, tutur Mahendra lagi, nilai Asset Under Management atau AUM pengelolaan investasi per 29 Februari 2024 tercatat sebesar Rp824,40 triliun atau turun 0,04 persen ytd, dengan Nilai Aktiva Bersih atau NAB reksa dana tercatat sebesar Rp495,79 triliun atau turun 1,13 persen dan tercatat net redemption sebesar Rp16,72 triliun.
"Antusiasme penghimpunan dana di pasar modal juga masih terlihat, tercatat nilai Penawaran Umum sebesar Rp20,65 triliun dengan emiten baru tercatat sebanyak 12 emiten hingga 29 Februari 2024," bebernya.
Sementara itu, katanya, masih terdapat 84 pipeline Penawaran Umum dengan perkiraan nilai indikatif sebesar Rp56,83 triliun yang diantaranya merupakan rencana IPO oleh emiten baru sebanyak 56 perusahaan.
Sedangkan untuk penggalangan dana pada Securities Crowdfunding atau SCF yang merupakan alternatif pendanaan bagi UKM, tutur Mahendra, sejak pemberlakuan ketentuan SCF hingga 29 Februari 2024 telah terdapat 16 penyelenggara yang telah mendapatkan izin dari OJK dengan 512 Penerbit, 170.647 pemodal, dan total dana yang dihimpun sebesar Rp1,08 triliun. (TESTI PRISCILLA/j)









