BORNEONEWS, Palangka Raya - Mengawali tahun 2024 OJK Provinsi Kalimantan Tengah telah melakukan berbagai kegiatan.
"Pada bidang edukasi dan literasi keuangan, per Januari 2024 kita telah dilaksanakan sebanyak 2 kegiatan, yakni pelaksanaan kegiatan witnessing SNLIK Tahun 2024 yang dilaksanakan di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Lamandau, dan Kabupaten Murung Raya," kata Kepala OJK Provinsi Kalteng, Otto Fitriandy pada Kamis, 7 Maret 2024.
Selain itu juga, lanjut Otto, telah dilaksanakan edukasi dan sosialisasi keuangan kepada pelaku UMKM di Desa Lalang Kabupaten Kotawaringin Barat dalam rangka pembentukan Desa Cakap Keuangan.
"Pada bidang Kehumasan, Kemitraan dan Publikasi, per Januari 2024 telah dilaksanakan kegiatan rapat penyusunan program kerja bidang PEPK OJK dan program kerja Komunitas Literasi dan Inklusi Keuangan untuk Tahun 2024," tuturnya lagi.
Selain itu juga, lanjut Otto, per Januari 2024, OJK Kalteng telah memberikan layanan konsumen kepada masyarakat di Provinsi Kalimantan Tengah melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen atau APPK sebanyak 4 permintaan layanan.
--page
"Keempat permintaan layanan ini datang dalam bentuk pengaduan yang mayoritas didominasi permasalahan terkait layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan atau SLIK," tutur Otto.
Per Desember 2023, kata Otto, layanan dimaksud masih dalam proses, sehingga statusnya aktif.
"OJK Kalteng juga menerima sebanyak 5 layanan konsumen pengaduan secara walk-in yang terdiri yang telah terselesaikan secara lansung pada saat konsumen melakukan konsultasi," terangnya lagi.
Konsultasi dan pengaduan konsumen dimaksud juga menurut Otto masih didominasi permasalahan terkait kendala pada Sistem Layanan Informasi Keuangan atau SLIK dan terkait Pinjaman Online Ilegal. (TESTI PRISCILLA/j)









