PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Literasi keuangan merupakan elemen penting dari stabilitas ekonomi dan keuangan, baik individu maupun ekonomi global.

"Peningkatan literasi dan inklusi keuangan di sektor jasa keuangan bagi konsumen dan masyarakat sangat penting dilakukan mengingat hal ini merupakan elemen penting dari stabilitas ekonomi dan keuangan, baik individu maupun ekonomi global," kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalteng, Otto Fitriandy pada Senin, 11 Maret 2024.

Dalam krisis keuangan, lanjut Otto, terlihat jelas bahwa keputusan keuangan yang keliru sering disebabkan oleh kurangnya literasi keuangan sehingga mengakibatkan konsekuensi negatif yang luar biasa.

"Jika literasi keuangan rendah dapat berakibat pada tingginya tingkat pengaduan di sektor jasa keuangan, pengunaan produk keuangan yang tidak sesuai, pengelolaan keuangan yang tidak optimal, dan banyaknya masyarakat yang terjebak investasi ilegal," tuturnya lagi.

Inklusi keuangan, kata Otto, memiliki peran penting dalam mewujudkan pemerataan pendapatan, pengentasan kemiskinan, dan perkembangan ekonomi secara menyeluruh.

--page

"Inklusi keuangan merupakan ketersediaan akses pada berbagai lembaga, produk, dan layanan jasa keuangan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tutur Otto.

Tingkat literasi keuangan yang lebih rendah daripada inklusi, katanya, menunjukan bahwa masyarakat Indonesia banyak yang telah menggunakan produk jasa keuangan namun belum mengerti sepenuhnya mengenai produk yang digunakan atau dimiliki.

"Setiap peningkatan 1 persen dari indeks literasi dan inklusi keuangan akan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia sebesar 0,16 persen," sebut Otto. (TESTI PRISCILLA/H)