BORNEONEWS, Sampit - Sebanyak 490 orang yang terdiri dari 90 guru dan tenaga pendidik serta 400 siswa kelas XI di SMKN 1 Sampit menjalani tes urine yang digelar oleh Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kotawaringin Timur (Kotim), Senin, 13 Mei 2024.
"Kami dari SMK 1 Sampit bersyukur adanya tes urine ini karena selama ini kami tidak punya sumber daya untuk mengecek apakah anak kita bebas dari narkoba," kata Kepala Sekolah SMKN 1 Sampit Suwandi.
Melalui tes narkoba ini, pihaknya akan mendapat gambaran apakah siswa bersih dari narkoba. Jika dinyatakan tidak ada pelajar yang mengkonsumsi barang terlarang tersebut, dirinya berkomitmen untuk terus menjaga dan mempertahankan agar sekolah bebas narkoba.
"Ini baru pertama kali dan kami sambut baik kegiatan ini untuk menjaga anak-anak kita dari bahaya narkoba yang dapat merenggut mmasa depan mereka," ucapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati sekaligus Kepala BNK Kotim Irawati mengatakan, SMKN 1 Sampit merupakan sampel kedua yang dilakukan tes urine oleh BNK Kotim setelah SMAN 1 Sampit.
"Kemarin kami lakukan tes urin di SMA 1 Sampit, kita ambil sampel di sana karena sekolah favorit dan hari ini giliran SMK 1 Sampit yang dikatakan favorit juga di Kotim," ujarnya.
Jika diketahui ada pelajar menggunakan obat-obatan terlarang dan terindikasi menggunakan, BNK Kotim akan menyerahkan ke Satuan Narkoba Polres Kotim untuk ditindak lanjuti.
"Kami beri arahan dan kita didik agar lepas dari jeratan narkoba. Kemarin ada 1 anak kita bina dan sekarang dinyatakan bersih. Saya harap SMKN 1 Sampit tidak ada yang terkena," kata wanita yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Kotim itu. (DEWI PATMALASARI/H)









