BORNEONEWS, Palangka Raya - Ratusan penerjun payung meramaikan angkasa Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (2/6/2016). Puluhan ribu warga takjub menyaksikan pertunjukan ratusan penerjun payung TNI AU, di Bandara Tjilik Riwut itu. Wajar, pertunjukan bertajuk Latihan Sikatan Daya 2016 itu baru pertama kalinya digelar di Kota Cantik, terlebih hari ini adalah latihan terakhir.
Tidak hanya itu, aksi-aksi menuver fly pass jet tempur juga tak kalah serunya. Silih berganti jet itu mewarnai langit biru ditengah terik panasnya sinar matahari. Kemudian disusul dentuman bom yang sempat bikin penonton kaget. Bom itu bukan asli melainkan sebatas simulasi.
Atraksi terjun payung itu dimulai pukul 09.00 WIB. Berawal dari 13 penerjun pertama dengan jarak cukup tinggi. Namun beberapa menit kemudian, tiga pesawat besar terlihat terbang di angkasa.
Tak lama berelang, bagian belakang terlihat mengeluarkan seseorang yang tidak lain adalah penerjun payung. Lalu disusul lainnya. Dua pesawat sisanya juga sama hingga jumlah penerjun mencapai ratusan.
Sesaat setelah penerjun tiba di bumi, mereka langsung memamerkan aksi perang. Suara bom terdengar belasan kali disusul baku tembak hingga sempat berlangsung beberapa menit. Sementara diudara juga terlihat seliweran jet temput dan Super Tucano yang lepas landas sejak pukul 08.30 WIB.
Pantauan Borneonews, warga yang menyaksikan latihan lebih banyak ketimbang, Selasa (31/5/2016). Pengamanan juga diperketat. Warga lebih antusias menyaksikan latihan itu. Terbukti sejak pukul 06.45 WIB, warga sudah memadati area bandara. Mereka juga ngantri di depan pagar sebelum pada akhirnya dibolehkan masuk dalam area bandara guna menyaksikan lebih dekat.
Jika pada Minggu lalu warga berselfie dan foto bersama dengan latar jet tempur sebelum latihan dimulai, kali ini sebaliknya. Yakni lebih dulu menyaksikan aksi-aksi menuver hingga berakhir pukul 10.30 WIB. Kemudian barulah warga bisa berselfie dan foto bersama.
Sementara itu, arus lalu di Jalan Adonis Samad tetap terjadi kemacetan hingga 2 kilometer lebih. Tidak sedikit warga yang bermaksud nonton tapi pada akhirnya cuma terjebak dalam kemacetan. Begitu juga ketika warga pulang. Kendaraan baik roda dua maupun empat tumpah ruah hingga kemacetan tak terhindarkan. (BUDI YULIANTO/N).








