PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Harga sayur kalakai di sejumlah lapak pinggir jalan Kota Palangka Raya mengalami kenaikan di tengah musim kemarau. Salah satunya terlihat di Pasar Pinggir Jalan G. Obos XII, harga kalakai kini mencapai Rp8 ribu per ikat.

Salah seorang penjual, Rahma, mengatakan harga tersebut mengalami kenaikan dibandingkan kondisi normal yang biasanya hanya sekitar Rp5 ribu per ikat.

Menurut Rahma, kenaikan harga terjadi karena kalakai semakin sulit dicari selama musim kemarau. Kondisi lahan yang kering serta banyaknya lahan yang terbakar membuat pasokan kalakai berkurang.

“Biasanya Rp5 ribu satu ikat, sekarang Rp8 ribu. Mencarinya juga susah karena musim kemarau dan banyak lahan yang terbakar,” kata Rahma, Selasa, 29 September 2026.

Ia menjelaskan, kalakai yang dijualnya diperoleh dari wilayah yang masih memiliki tumbuhan tersebut. Namun, kondisi kemarau membuat lokasi yang biasanya menjadi tempat mencari kalakai semakin terbatas.

Kenaikan harga tersebut menunjukkan dampak musim kemarau dan kebakaran lahan tidak hanya dirasakan dari sisi lingkungan dan kesehatan, tetapi juga dapat memengaruhi ketersediaan hasil alam yang biasa dikonsumsi masyarakat.

"Kami berharap kondisi segera membaik sehingga pasokan kalakai kembali normal dan harga dapat turun seperti sebelumnya," harapnya. (MARINI/H)