SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur (Kotim) menyebut ada potensi bencana banjir dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi bersama tahun ini.

"Kami bersiap menghadapi 2 bencana sekaligus sesuai prakiraan BMKG tersebut bahwa wilayah utara akan terjadi hujan sepanjang tahun namun wilayah tengah dan selatan akan memasuki kemarau pada Agustus dasarian 1," kata Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, Selasa, 4 Juni 2024.

Dua bencana tersebut sudah pernah pihaknya hadapi. Bahkan 2 status tanggap bencana pernah terjadi bersamaan pada tahun 2022.

Jika banjir dan karhutla bersamaan tentu perlu ekstra penanganannya. BPBD Kotim akan meminta bantuan pihak terkait untuk memback up operasi penanganan atau penanggulangan bencana apabila diperlukan.

"Kami berharap masyarakat berharmonisasi dan kami imbaua masyarakat jangan membuka lahan dengan cara dibakar," ujarnya. 

--page

Ia mengatakan, sebagian masyarakat wilayah utara telah berharmonisasi dengan bencana banjir. Dirinya juga mengimbau masyarakat agar tak membuka lahan dengan cara dibakar.

Membakar lahan emang ekonomis dan mudah namun dampaknya sangat besar dan akan menimbulkan kerusakan lingkungan.

"Apakah mungkin tahun ini 2 bencana terjadi, mungkin, karena bencana tidak pernah memberi kabar," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/Y)