PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Barat (Kobar), menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bintek) pengkajian teknis kebutuhan pasca bencana (Jitupasna).

Kegiatan yang berlansung selama 3 hari pada 4 - 6 Juni 2024, tersebut bertempat di Aula Inspoktorat Kobar dan telah dibuka oleh Sekretaris BPBD Kobar Reneli mewakili Kepala Pelaksana BPBD Kobar Syahruni.

Dalam arahannya, Reneli menyampaikan bahwa Bimtek Jitupasna ini, menjadi sarana untuk saling berdiskusi lintas sektor dan lintas wilayah. Berkoordinasi, sharing informasi bahwa bencana adalah menjadi tanggungjawab bersama.

"Pemerintah, dunia usaha dan pemerintah ini harus bersama - sama dalam menanggulangi bencana," ujar Reneli, pada Rabu, 5 Juni 2024.

Ia menyampaikan, bahwa enyelenggaraan penanggulangan bencana meliputi tahap prabencana, saat tanggap darurat, dan pemulihan pasca bencana.

--page

Penanggulangan bencana pada tahap prabencana meliputi pencegahan dan kesiapsiagaan, pada tahap darurat bencana meliputi penanganan darurat dan tahap pasca bencana terdiri atas rehabilitasi dan rekonstruksi.

Kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi merupakan tanggung jawab pemerintah daerah yang terkena bencana, sehingga untuk mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat pada wilayah pasca bencana.

"Pemerintah daerah menetapkan prioritas dari kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi, dimana prioritas tersebut didasarkan pada analisis kerusakan dan kerugian akibat bencana," ungkapnya.

Penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana diatur dalam peraturan Kepala BNPB Nomor05 Tahun 2017, Tentang Penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca bencana, dalam peraturan tersebut jitupasna dibutuhkan untuk memperoleh kajian yang komprehensif, sebagai bahan masukan utama dalam penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana.

Pengkajian kebutuhan pasca bencana merupakan instrumen pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan, program dan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi yang berlandaskan pada informasi yang akurat dari para pihak terdampak bencana.

Melalui bimtek Jitupasna marilah kita bersama-sama untuk memberikan perhatian pada penanggulangan bencana di wilayah Kabupaen Kotawaringin Barat.

--page

"Saya berharap peserta yang hadir, dapat memahami apa yang menjadi fokus utama  dalam keterlibatannya, melaksanakan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana, khususnya dalam pengkajian kebutuhan pasca bencana demi pemulihan kehidupan masyarakat yang lebih baik dan demi mengurangi risiko bencana di masa datang," pungkasnya. (DANANG/H)