BORNEONEWS, Muara Teweh - Kepolisian Resor Barito Utara (Barut) menggelar razia di Lembaga Pemasarakatan klas II B Muara Teweh, Sabtu (4/6) dalam rangka kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (Y2DT). Sejumlah personel gabungan Polri, TNI dan BNK Barut serta anggota Peleton 1 Kipan C Yonif 631/Antang melaksanakan pemeriksaan terhadap para narapidana dan tahanan serta ruangan sel.
Sebelum pemeriksaan di dalam sel tahanan, seluruh napi dikeluarkan satu per satu dengan dilakukan pengeledahan badan. Setelah napi dikeluarkan petugas gabungan Polri dan TNI langsung melakukan pemeriksaan di dalam sel tahanan.
Setelah pemeriksaan, napi dan tahanan yang berada di luar kemudian menjalani pemeriksaan urine, termasuk 38 pegawai lapas.
Kabag Ops Polres Barut Kompol RAS Yudhapatie mengatakan, razia ini guna menghindari peredaran narkoba di Lapas. Saat dilakukan penggeledahan di dalam sel barang yang dilarang langsung diamankan petugas. Namun barang narkoba yang menjadi sasaran target tidak ditemukan.
Ia menambahkan, razia terhadap napi ini khususnya dalam menghadapi Ramadan, merupakan deteksi dini dari kejahatan baik di dalam ataupun di luar dari warga binaan. Namun fokus utama adalah narkoba.
“Kami lakukan pencegahan peredaran narkoba di lapas karena informasinya peredaran narkoba bisa dikendalikan di dalam lapas, sehingga dilakukan pemeriksaan terhadap napi narkotika pada khususnya, dan napi yang lainnya,” ujar Yudha, panggilan akrabnya.
Kalapas Mohamad Yahya mengatakan sangat menyambut baik razia gabungan ini. Dari hasil rajza yang ditemukan seperti pisau, silet, sendok tali dan kabel dan lain-lainnya.
Lebih lanjut Kalapas menjelaskan, masuknya barang-barang tersebut bisa melalui pembusuk pengantaran makan atau bisa juga dari para tamu. Untuk diketahui, jumlah penghuni lapas sebanyak 216 napi, termasuk delapan napi perempuan. (AGUS SIDIK/m)








