PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah telah melaksanakan sebanyak 28 kegiatan edukasi keuangan kepada pelaku UMKM, pelajar, dan santri pondok pesantren per April 2024.

"Sebanyak 28 kegiatan edukasi keuangan kepada pelaku UMKM, pelajar, dan santri pondok pesantren per April 2024," kata Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz dalam rilisnya pada Sabtu, 8 Juni 2024.

Menurut Danu, memang terdapat penurunan jumlah peserta kegiatan pada bulan April 2024 disebabkan adanya bulan Ramadhan dan libur Hari Raya Idul Fitri.

"Namun demikian, OJK Provinsi Kalimantan Tengah tetap berperan dan berpartisipasi secara aktif untuk mendorong peningkatan literasi keuangan serta pengembangan ekonomi daerah," tuturnya lagi.

Hal ini antara lain menurut Danu dilakukan dengan keikutsertaan OJK pada Kalteng Ramadhan Festival dan diseminasi informasi keuangan melalui media sosial bekerja sama dengan Komunitas Literasi Inklusi Keuangan atau LINK Kalteng.

"Hingga April 2024, OJK Kalteng telah menerima 735 permintaan layanan melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen atau APPK, yang terdiri dari 110 permintaan informasi, 49 pengaduan yang 38 diantaranya telah selesai atau ditutup dan 11 pengaduan masih aktif," bebernya.

Selain itu juga ada 576 layanan katanya yang masuk melalui APPK, yakni layanan dalam bentuk pertanyaan konsumen.

"Isu yang paling sering dikonsultasikan meliputi perilaku petugas penagihan, persoalan klaim, dan Sistem Layanan Informasi Keuangan atau SLIK," jelasnya.

--page

OJK Kalteng juga kata Danu menerima 27 layanan konsumen secara walk-in yang semuanya telah diselesaikan pada saat konsultasi.

"Permasalahan yang paling sering dikonsultasikan adalah terkait pelunasan dipercepat dan perilaku jasa penagihan," bebernya. (TESTI PRISCILLA/j)