SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sebanyak 90 siswa jenjang sekolah menengah pertama (SMP) tahun ajaran 2023-2024 Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dinyatakan tidak lulus.

"Keterangan siswa yang tidak lulus tersebut karena putus sekolah atau absen untuk jangka waktu yg lama dan tidak mengikuti asesmen sumatif akhir," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kotim Muhammad Irfansyah, Selasa, 11 Juni 2024.

Adapun peserta didik yang tidak lulus tersebut berasal dari satuan pendidikan dari 15 Kecamatan di Kotim yaitu Kecamatan Antang Kalang 12 siswa, Baamang 15 siswa, Bukit Santuai 1 siswa, Cempaga 12 siswa.

Kemudian Kecamatan Cempaga Hulu 6 siswa, Mentawa Baru Ketapang 6 siswa, Mentaya Hilir Utara 1 siswa, Mentaya Hulu 3 siswa, Parenggean 2 siswa, Pulau Hanaut 9 siswa, Telaga Antang 6 siswa, Telawang 6 siswa, Teluk Sampit 3 siswa, Mentaya Hilir Selatan 5 siswa dan Kota besi 3 siswa. 

Sementara 2 Kecamatan dinyatakan lulus 100 persen yaitu Kecamatan Seranau dan Tualan Hulu.

--page

Disdik Kotim telah mengintruksikam agar sekolah memberikan arahan dan membujuk orang tua dan anak agar bisa kembali ke sekolah namun belum berhasil. Sehingga peserta didik tersebut dinyatakan tidak lulus. 

"Sekolah juga disarankan agar dapat membantu mengarahkan orang tua anak untuk mendaftrkan anak yang putus sekolah tadi ke pendidikan non formal paket B agar tetap mendapatkan layanan pendidikan dan ijazah kesetaraan," tandasnya. 

Sebelumnya diberitakan, laporan kelulusan SMP tahun ajaran 2023-2024 di Kotim dengan jumlah peserta didik Kelas IX 5.916 siswa jumlah yang dinyatakan Lulus sebanyak 5.826 siswa atau 98,51 persen. Sisanya 90 siswa tidak lulus.

Sebagai informasi, dalam kurikulum merdeka belajar tidak ada ujian nasional untuk menentukan kelulusan. Siswa dinyatakan lulus melalui penilaian kepala sekolah dan guru. Beberapa penilaian yang menentukan kelulusan yaitu mengikuti proses pembelajaran, mengikuti penilaian sumatif akhir, dan berperilaku profil pelajar Pancasila. (DEWI PATMALASARI/H)