BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Tim Promkes Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas kembali melakukan edukasi kesehatan melalui radio siaran radio pemerintah daerah yang mengulas terkait penyakit diare.
dr. Erny Indrawati, selaku Ketua Pokja Komunikasi dan Edukasi (KE), didampingi Popo Subroto selaku Koordinator Unit Promkes RSUD Kapuas menyampaikan secara klinis mengenal 4 jenis diare, antara lain diare akut bercampur air, jadi konsistensi tinjanya cair, misalnya pada penyakit kolera.
"Keadaan ini bisa berlangsung beberapa jam/ hari. Bahaya utamanya adalah dehidrasi (kekurangan ciran), penurunan berat badan jika asupan makanan dan minuman tidak mencukupi," katanya, Jumat, 28 Juni 2024.
Lalu, jenis diare bercampur lendir dan darah, biasanya pada penyakit disentri. Bahaya utamanya adalah kerusakan usus halus, sepsis (infeksi bakteri dalam darah), malnutrisi (kurang gizi) bila keadaan ini berlangsung lama tanpa diobati, serta komplikasi lain misalnya dehidrasi.
"Keempat adalah diare persisten (berlangsung selama 14 hari atau lebih lama). Bahaya utamanya adalah malnutrisi (kurang gizi), hal ini dikarenakan usus tidak dapat menyerap sari-sari makanan yang dibutuhkan tubuh, dehidrasi (kekurangan cairan) juga dapat terjadi," tuturnya.
--page
Diare dengan malnutrisi berat. Bahaya utamanya adalah infeksi sistemik (seluruh tubuh) berat, dehidrasi, gagal jantung, serta defisiensi (kekurangan) vitamin dan mineral.
"Penanganan pada diare ringan dapat dilakukan perawatan di rumah, dan biasanya akan sembuh sendiri dalam waktu 3-5 hari. Yang terpenting adalah mencegah dan mengatasi gejala dehidrasinya dengan memberikan minum lebih banyak dari biasanya," imbuhnya. (DODI/j)









