BORNEONEWS, Palangka Raya - Rokok dan tembakau menyumbangkan angka inflasi tertinggi bagi Kalimantan Tengah di Juni 2024 pada kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau.
"Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y tertinggi, katanya, adalah rokok dan tembakau sebesar 4,88 persen, dan yang terendah adalah subkelompok minuman tidak beralkohol sebesar 1,84 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalteng, Agnes Widiastuti pada Selasa, 2 Juli 2024.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau pada Juni 2024 Provinsi Kalteng katanya mengalami inflasi y-on-y sebesar 4,04 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 106,61 pada Juni 2023 menjadi 110,92 pada Juni 2024.
"Kelompok ini pada Juni 2024 memberikan andil atau sumbangan inflasi y-on-y sebesar 1,55 persen," tuturnya.
Komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan inflasi y-on-y, lanjut Agnes, yaitu ikan gabus sebesar 0,24 persen, gula pasir sebesar 0,16 persen, Sigaret Kretek Mesin atau SKM sebesar 0,15 persen, ikan nila sebesar 0,13 persen, beras sebesar 0,12 persen, ikan patin dan udang basah sebesar 0,09 persen, tomat sebesar 0,07 persen, ikan saluang sebesar 0,06 persen, Sigaret Kretek Tangan atau SKT sebesar 0,05 persen, bawang putih sebesar 0,04 persen, ikan lais, biskuit, dan wortel sebesar 0,03 persen, ikan kapar, ikan bawal, terong, ayam hidup, bawang merah dan makanan ringan/snack sebesar 0,02 persen.
--page
"Sementara komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan deflasi y-on-y, yaitu ikan papuyu sebesar 0,07 sebesar persen, daun singkong, ikan layang atau ikan benggol, dan kangkung sebesar 0,02 persen, jeruk, ikan peda, daging sapi, ikan tongkol atau ikan ambu-ambu, pepaya, tahu mentah, dan ikan asin sepat sebesar 0,01 persen.
"Kalau secara bulanan atau m-to-m, kelompok ini pada Juni 2024 memberikan andil atau sumbangan deflasi sebesar 0,26 persen," jelasnya.
Komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan deflasi m-to-m, yaitu daging ayam ras sebesar 0,14 persen, tomat sebesar 0,08 persen, beras sebesar 0,07 persen, bawang merah sebesar 0,05 persen, bayam dan pepaya sebesar 0,02 persen, kangkung, ikan asin sepat, susu bubuk, ikan asin telang, ikan bawal, jeruk, semangka, udang basah dan buncis sebesar 0,01 persen.
Sementara komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan inflasi m-to-m, yaitu ikan gabus sebesar 0,05 persen Sigaret Kretek Mesin atau SKM sebesar 0,03 persen, ikan peda sebesar 0,02 persen, cabai rawit, ikan patin, ketimun, ikan lais, minyak goreng, bumbu masak jadi, ikan tongkol ikan ambu-ambu, Sigaret Kretek Tangan atau SKT, ikan saluang, dan wortel sebesar 0,01 persen. (TESTI PRISCILLA/H)









