BORNEONEWS, Palangka Raya - Begitu pentingnya peran perempuan dalam upaya meningkatkan literasi keuangan, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah mengajak organisasi perempuan di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah untuk menyaksikan bersama kegiatan Edukasi Keuangan BUNDAKU (iBU, aNak, Dan keluargA caKap keUangan) yang digelar secara nasional.
Otoritas Jasa Keuangan atau OJK bersama Kementrian Keuangan Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan edukasi keuangan kepada kaum perempuan Indonesia dengan tujuan untuk meningkatkan literasi keuangan serta peran perempuan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat dalam acara Edukasi Keuangan BUNDAKU (Ibu, Anak, dan Keluarga Cakap Keuangan) dengan tema "Ibu Cerdas Keuangan, Mewujudkan Keluarga Sejahtera" di Jakarta.
Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani, Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar dan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi.
Disaksikan secara online melalui zoom meeting di Kantor OJK Provinsi Kalimantan Tengah, kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Insan OJK Provinsi Kalimantan Tengah bersama organisasi perempuan di Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, diantaranya Ketua Ikatan Istri Pegawai OJK atau IIPOJK Provinsi Kalimantan Tengah, Anke Primandanu Febriyan Aziz beserta jajaran, Ketua Pokja III Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Tengah, Wakil Ketua Dharmayukti Karini Provinsi Kalimantan Tengah beserta jajaran, Wakil Ketua Persatuan Istri Pegawai Bank Indonesia atau PIPEBI Provinsi Kalimantan Tengah beserta jajaran, dan juga pengurus dan anggota Ikatan Wanita Bank atau IWABA Kalimantan Tengah.
Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz dalam sambutannya yang disampaikan oleh Ketua IIPOJK Provinsi Kalimantan Tengah, Anke Primandanu, menyampaikan bahwa perempuan memiliki peranan yang sangat penting di dalam keluarga, terutama dalam hal keuangan.
--page
"Salah satu peran perempuan adalah sebagai menteri keuangan bagi keluarganya. Peranan penting itu tentu perlu dijalankan dengan baik dan bijak agar keuangan keluarga terus terjaga baik di masa kini maupun di masa depan," kaya Anke seperti dalam rilisnya pada Sabtu, 6 Juli 2024.
Oleh karena itu, lanjut Anke, para perempuan harus senantiasa memperluas pengetahuan dan wawasan, terutama terkait literasi dan perencanaan keuangan.
Sejalan dengan sambutan yang disampaikan Anke Primandanu, berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan atau SNLIK yang dilaksanakan oleh Otoritas Jasa Keuangan pada tahun 2022, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia sebesar 49,68 persen, atau meningkat dibandingkan tahun 2019 yang hanya sebesar 38,03 persen.
Sementara indeks inklusi keuangan tahun ini mencapai 85,10 persen atau meningkat dibanding periode SNLIK sebelumnya di tahun 2019 yaitu 76,19 persen.
Dari sisi gender, indeks literasi keuangan perempuan sedikit lebih tinggi, yaitu sebesar 50,33 persen dibanding laki-laki yang sebesar 49,05 persen. Sedangkan dari sisi inklusi keuangan, laki-laki yang mengakses industri jasa keuangan masih lebih tinggi, yaitu sebesar 86,28 persen, dibanding indeks inklusi keuangan perempuan di angka 83,88 persen. (TESTI PRISCILLA/y)









