BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada posisi bulan April 2024, kinerja Bank Perekonomian Rakyat atau BPR di Provinsi Kalimantan Tengah, baik konvensional maupun syariah mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan dibandingkan posisi bulan April 2023.
"Kinerja Bank Perekonomian Rakyat atau BPR dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah atau BPRS Kalteng mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan," kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz dalam keterangan resminya pada Kamis, 11 Juli 2024.
Pertumbuhan ini menurut Danu tercermin dari antara lain nilai aset yang meningkat sebesar Rp0,41triliun atau 11,78 persen yoy, dari sebesar Rp3,44 triliun di April 2023 menjadi sebesar Rp3,85 triliun di April 2024.
Selain itu, lanjut Dana, pertumbuhan juga tercermin dengan tumbuhnya Dana Pihak Ketiga atau DPK sebesar Rp0,18 triliun atau 16,08 persen yoy dari sebesar Rp1,15 triliun di April 2023 menjadi sebesar Rp1,33 triliun pada April 2024.
"Lalu Kredit atau Pembiayaan, ini juga meningkat sebesar Rp0,17 triliun atau 9,81 persen yoy dari sebesar Rp1,70 triliun menjadi sebesar Rp1,87 triliun, dengan tingkat kredit macet atau NPL BPR pada bulan April 2024 meningkat 1,27 persen yoy dari 2,49 persen menjadi 3,76 persen," terang Danu.
--page
Sedangkan tingkat kredit bermasalah atau NPF pada BPRS, katanya, meningkat 4,46 persen yoy dari 3,67 persen menjadi 8,13 persen. (TESTI PRISCILLA/J)









