SERUYAN –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Dinas Kesehatan Kabupaten Seruyan melaksanakan kegiatan orientasi Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) balita yang ditujukan bagi tenaga bidan di Kabupaten Seruyan.

Acara ini dibuka Sekretaris Dinas Kesehatan Seruyan Ruspandian Noor, yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan, dan diikuti oleh bidan dari 12 Puskesmas di Kabupaten Seruyan, Kamis, 26 Juli 2024.

Stimulasi, Deteksi, Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) adalah sebuah kegiatan komprehensif yang bertujuan untuk memantau berbagai aspek tumbuh kembang anak.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Seruyan menyampaikan harapannya agar para bidan yang telah mengikuti orientasi ini dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang didapat di wilayah kerja masing-masing.

"Melalui kegiatan orientasi ini, kita harapkan bidan dapat lebih peka dalam memantau tumbuh kembang anak, sehingga kondisi terparah seperti gizi buruk dapat dicegah. Penyimpangan pertumbuhan yang terjadi pada anak dapat terdeteksi lebih awal melalui kegiatan SDIDTK," ujarnya

--page

Kegiatan SDIDTK dilakukan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan seperti Puskesmas, jejaring Unit Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM) seperti polindes, poskesdes, dan Posyandu, serta di Rumah Sakit.

Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan fasilitas di luar sektor kesehatan seperti Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB), Taman Pengasuhan Anak (TPA), dan sarana pendidikan seperti PAUD dan TK.

Untuk memantau adanya gangguan perkembangan pada anak, digunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP), guna  membantu dalam mendeteksi dini masalah perkembangan anak, sehingga dapat dilakukan intervensi yang diperlukan sesegera mungkin. (FAHRUL/H)