BORNEONEWS, Puruk Cahu - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebuah solusi untuk menjawab lemahnya ekonomi masyarakat menengah ke bawah. Sektor usaha ini bisa digeluti siapa saja, karena tidak membutuhkan permodalan yang terlalu besar. UMKM menjadi solusi di tengah menurunnya harga komoditas karet, yang selama ini digeluti sebagian petani di Kabupten Murung Raya.

"Masyarakat jangan beranggapan melakukan usaha mikro harus dengan modal besar. Dengan modal kecil pun tentu bisa membuka peluang usaha untuk memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari. Apalagi dengan tingginya harga kebutuhan pokok, tidak sebanding dengan penghasilan masyarakat yang menggantungkan pekerjaan dari kebun karet," urai Bupati Murung Raya, Perdie M Yoseph, di Puruk Cahu, beberapa waktu lalu.

Untuk memenuhi kebutuhan konsumen, kata Perdie tidak hanya melalui investasi dengan skala besar. Melalui UMKM juga sangat berpotensi, mengingat usaha tersebut menganut sistem ekonomi kerakyatan, sehingga dengan modal kecil juga bisa bergerak dan menghasilkan.

“Kita perlu berinovasi mencoba melakukan usaha kecil, UMKM, pemerintah siap membantu melalui Dinas Perindagkop dan UMKM,” kata Perdie.

Menurut Perdie untuk UMKM banyak digarap pada sektor pertanin, perkebunan, kerajinan dan produk lokal yang memiliki nilai ekonomi dan berkualitas, melalui pembinaan instansi terkait, pihaknya akan terus berupaya melahirkan masyarakat yang mandiri dalam mengembangkan usaha.

Perdie juga menyampaikan, bidang usaha menengah juga dapat dijadikan alternatif jalan hidup bagi masyarakat, pola pikir masyarakat akan berkembang, dan tidak lagi bergantung menjadi aperatur negara, namun juga penyedia barang dan jasa dalam skala menengah.

Selain itu, perkembangan UMKM juga barometernya pada penciptaan peluang usaha baru, yang melahirkan lapangan kerja baru guna menekan angka pengangguran dan kemiskinan. (SUPRI ADI/N).