BORNEONEWS, Kuala Kurun - Puluhan pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) Merah Putih tingkat Kabupaten Gunung Mas mulai mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan di Kota Kuala Kurun sejak 5-18 Agustus 2024.
"Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Gunung Mas mengucapkan selamat kepada siswa-siswi SMA sederajat dari berbagai sekolah di Kabupaten Gunung Mas yang terpilih sebagai pasukan pengibar bendera dan selamat menjalankan pelatihan," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gunung Mas Richard, Senin, 5 Agustus 2024.
Dia berpesan agar paskibraka yang terpilih harus mampu menunjukkan kualitas sebagai insan terpilih, beretika tinggi dan berbudi luhur serta memiliki wawasan kebangsaan yang tinggi.
Hal itu kata Richard dibuktikan dengan mereka mengikuti pendidikan dan pelatihan, dimana proses yang akan mereka jalani bertujuan untuk memantapkan ketahanan fisik maupun kesiapan mental.
"Maka berlatihlah dengan sungguh- sungguh, tekun, dan serius, lalu patuhi dan ikuti semua pesan dan instruksi pelatih/pamong, jangan lupa jaga kedisiplinan, perhatikan kesehatan dan tetap jaga kekompakan sebagai teamwork," pesan Richard.
--page
Sedangkan, pesan kepada panitia, agar dapat mengantispasi sedini mungkin faktor-faktor non teknis yang bisa mengganggu proses pelaksanaan pengibaran bendera nantinya dan sejumlah kejadian lain yang tidak kita inginkan. Sehingga momen yang sakral ini dapat berjalan dengan lancar, sukses dan hikmat.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Gunung Mas Sugiarto menjelaskan bhawa tujuan dilaksanakannya pendidikan dan pelatihan untuk calon paskibraka yakni untuk membentuk mental dan meningkatkan sikap kepemimpinan dalam diri.
"Kemudian untuk membentuk jiwa nasionalisme dan membangun jiwa solidaritas serta melatih kepemimpinan calon anggota paskibraka tingkat Kabupaten Gunung Mas," tukasnya.
Untuk diketahui, ada 55 siswa dari SMA/SMK sederajat yang berasal dari berbagai sekolah di Kabupaten Gunung Mas yang lolos seleksi menjadi paskibraka tingkat Kabupaten Gumas, rinciannya 24 perempuan dan 31 laki-laki. (RISKA YULYANA/H)









