BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Widiantoro, (44) warga, Jalan HM. Rafi'I RT 24, Kelurahan Madurejo, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), harus merelakan mobil jenis pikap ini dibawa kabur pencuri, Kamis (16/6/2016) dinihari.
Mobil warna biruKH 8648 GZ yang biasa ia parkir di samping rumah atau muara Perumahan Bambu Kuning itu, diketahui tidak lagi berada di tempatnya saat pagi hari.
Ia menceritakan kepada Borneonews, mobil yang sehari-hari ia gunakan mengantar gas elpiji ini seminggu sebelumnya kunci mobilnya sudah hilang. Saat itu ia yang sedang menurunkan gas elpiji untuk dimasukan ke dalam ruko miliknya tidak lagi mendapatkan kunci kontaknya. Padahal kunci tersebut sesaat ia masuk ke dalam rumah masih tergantung.
"Padahal baru saja saya tinggal, eh saat saya mau memundurkan mobil kuncinya sudah tidak ada lagi," tutur Widiantoro, di kediamannya, Kamis (16/6/2016).
Lanjut dia, setelah kuncinya hilang, seminggu kemudian atau tepatnya Rabu, (15/6/2016) saat itu ia parkir di samping rumah seperti biasanya, saat pagi harinya saat akan memanasi mobil ternyata mobil sudah tidak berada di tempatnya.
Widiantoro mengaku curiga terhadap beberapa orang yang saban hari duduk di bangunan depan rumahnya. Pasalnya, paska kejadian tidak pernah nampak lagi yang duduk dibangunan gelap gulita tersebut.
"Saya curiga dengan mereka," ucap dia.
Widiantoro menaksir kerugian yang ia derita akibat hilangnya mobil tersebut mencapai Rp100 juta. Ia pun mengaku sudah melaporkan kasus tersebut ke Polres Kotawaringin Barat.
"Mudah-mudahan bisa ketemu, bagi yang mengetahui keberadaan mobil tersebut untuk segera melapor ke Polres," harap Widiantoro. (KOKO SULISTYO/m)








