MEDAN –
**Borneonews - Medan**, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) telah melaksanakan inisiatif untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai nilai dan penggunaan uang melalui kegiatan bertajuk Expo Rupiah di wilayah setempat. Kegiatan yang berlangsung ini diharapkan dapat membuat masyarakat lebih memahami pentingnya rupiah dan mendorong rasa bangga serta cinta terhadap mata uang nasional tersebut. Kepala Perwakilan BI Sumut, IGP Wira Kusuma, menyatakan bahwa tujuan dari acara ini adalah untuk memastikan bahwa masyarakat memiliki pemahaman yang baik mengenai rupiah. "Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat paham terhadap rupiah, sehingga menimbulkan rasa cinta dan bangga terhadap rupiah," ujarnya saat mengadakan sesi penjelasan di Medan. Acara Expo Rupiah mencakup berbagai kegiatan menarik, seperti *talkshow*, sosialisasi, dan pameran yang dipersembahkan oleh Museum Bank Indonesia yang berasal dari Jakarta. Pameran ini memberikan pendidikan mengenai sejarah rupiah kepada pengunjung, sehingga masyarakat dapat memahami peranan penting dari mata uang ini. Lebih lanjut, Wira menjelaskan bahwa pemahaman akan rupiah harus dipahami sebagai lebih dari sekadar alat pembayaran. "Rupiah bukan hanya sebagai alat pembayaran yang sah, melainkan juga berperan penting dalam menjaga kedaulatan Republik Indonesia," tambahnya. Dia menekankan bahwa rupiah tersebar hingga ke pelosok tanah air, yang menunjukkan keberadaan negara di setiap daerah. Wira juga mengungkapkan harapannya agar literasi tentang rupiah dapat dijadikan bagian dari kurikulum pendidikan dengan muatan lokal di sekolah-sekolah. "Ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme sebagai bangsa Indonesia," kata Wira. Ia menambahkan bahwa generasi muda perlu memahami bahwa rupiah adalah milik bersama yang dapat merefleksikan simbol-simbol positif Indonesia, seperti pahlawan, kekayaan budaya, tarian adat, serta keindahan flora dan fauna. Menurut Wira, pengenalan dan pemahaman yang baik di kalangan pelajar akan memperkuat generasi muda untuk menghadapi tantangan era globalisasi saat ini. Ia mengingatkan bahwa meskipun terdapat inovasi berupa uang elektronik dan uang digital, rupiah tetap memiliki nilai dan fungsi yang penting. "Rupiah memiliki tiga fungsi utama: sebagai media transaksi, satuan penghitungan, dan *store of value*," jelasnya. Expo Rupiah diselenggarakan dari tanggal 20 hingga 25 Agustus 2024 mendatang. Dalam rangkaian acara ini, terdapat pula dukungan dari UMKM binaan Bank Indonesia, perlombaan bagi pelajar dan masyarakat umum, serta program *talkshow* dan sosialisasi QRIS yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan uang secara digital dan modern. ANTARA