PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman menekankan pentingnya kolaborasi antara regulator, lembaga jasa keuangan, dan pondok pesantren.

Hal ini disampaikan Agusman saat kegiatan Edukasi Keuangan Hari Santri yang bertema "Akses Keuangan Inklusif, Wujudkan Masyarakat Produktif" yang merupakan bagian dari Puncak Bulan Inklusi Keuangan atau BIK Provinsi Kalimantan Tengah 2024, kemarin.

"Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keuangan masyarakat, terutama santri, agar mereka dapat berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat sekitar," kata Agusman dalam rilis OJK pada Rabu, 23 Oktober 2024.

Upaya peningkatan literasi keuangan syariah ini menurut Agusman sangat penting mengingat rendahnya indeks literasi keuangan syariah yang hanya mencapai 39,11 persen.

"Selain itu, indeks inklusi keuangan syariah juga masih rendah, yaitu sebesar 12,88 persen," jelasnya.

Angka-angka ini menunjukkan perlunya kerja keras dari semua elemen masyarakat untuk memahami dan menerapkan konsep keuangan syariah dalam kehidupan sehari-hari.

"Hal ini menunjukkan bahwa semua elemen masyarakat harus bekerja keras untuk lebih memahami konsep syariah ini, termasuk juga melakukannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga kita bisa meningkatkan tadi angka-angka literasi dan inklusi keuangan kita dari segi syariah tersebut," tambah Agusman.

Agusman juga memaparkan berbagai program inisiatif OJK yang bertujuan untuk meningkatkan indeks literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia. Beberapa program tersebut antara lain adalah Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (Sakinah), Ekosistem Pesantren Inklusif Keuangan Syariah (EPIKS), Program Indonesia Syariah Finansial Olympiad, serta Forum Edukasi dan Temu Bisnis Keuangan Syariah (FEBIS).

Program-program ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada santri mengenai produk dan jasa keuangan syariah. Dengan demikian, santri dapat menjadi pelaku keuangan yang berkontribusi pada kemajuan ekonomi berbasis syariah di Indonesia.

"Melalui kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak, diharapkan literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia dapat meningkat secara signifikan. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat sistem keuangan syariah di Indonesia," katanya. (TESTI PRISCILLA/H)