BORNEONEWS, Palangka Raya - Jumlah pendapatan asli daerah (PAD) Kalteng yang terealisasi pada 2015 sebesar 1,17 triliun. Sementara target yang dipatok pada era gubernur Agustin Teras Narang itu sebesar 1,37 triliun lebih. Artinya total PAD yang terealisasi hanya sebesar 85,76%.
Rincian penerimaan sektor PAD tersebut terdiri dari Pajak Daerah Rp 1,02 triliun lebih dari target sebesar Rp 1,2 triliun, atau tercapai hanya 83,37%. Berikutnya dari retribusi daerah sebesar Rp 9,67 miliar dari target Rp 8,83, atau tercapai 109,5%. Dana hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan terealisasi sebesar Rp 37,07 miliar dari target Rp 37 miliar atau 100,2%, dan Lain-lain PAD yang sah sebesar Rp 108,92 miliar atau 107,18% dari terget Rp 102,63 miliar lebih.
Keterangan itu disampaikan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran saat menyampaikan pidato pengantar Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2015 pada rapat paripurna ke-3 masa sidang III 2016, Selasa (28/6/2016). Penyampaian pidato LKPJ itu dilakukan setelah APBD 2015 diperiksa oleh BPK RI Perwakilan Kalteng yang berhasil mendapatkan opini WTP pekan lalu.
“Sedangkan untuk dana perimbangan, secara keseluruhan mencapai Rp 1,67 triliun atau 93,95% dari target Rp 1,78 triliun. Dana ini bersumber dari antara lain Bagi hasil pajak/bukan pajak sebsar Rp 320,25 miliar, Dana Alokasi Umum Rp 1,28 triliun, Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp 72,52 miliar, dan Lain-lain Pendapatan yang Sah sebesar Rp 404,4 miliar,” kata Sugianto.
Belanja Hibah Capai Rp 604 miliar
Sementara menjelaskan dari sisi belanja, Sugianto merincikan belanja tidak langsung (BTL) mencapai Rp 1,65 triliun (90,92%) dari target Rp 1,81 triliun. Sedangkan belanja langsung (BL) mencapai Rp 1,83 triliun (96,22%) dari terget Rp 1,9 triliun.
Diantara pos pengeluaran dari BTL antara lain belanja pegawai yang cukup besar yaitu Rp 434,77 miliar, belanja subsidi Rp 1,78 miliar, belanja bagi hasil pajak daerah kepada kabupaten/kota Rp 372 miliar, bantuan keuangan kabupaten/kota Rp 165 miliar.
Masih ada dua hal lagi pos pengeluaran dari BTL yaitu Belanja Hibah sebesar Rp 604,2 miliar (99,48%) dari target 607,34 miliar, serta Bantuan Sosial sebesar Rp 67,09 miliar (88,59%) dari terget 75,73 miliar.
Terkait Hibah ini, Gubernur Sugianto pernah mewacanakan akan memberikan Hibah Rp 150 miliar kepada daerah yang berprestasi salah satunya melalui even MTQ, dianggarkan pada 2017. Sejumlah pihak yang menyangsikan anggaran hibah tidak mungkin mencukupi terbantahkan dengan potret APBD 2015 yang Belanja Hibahnya sudah mampu diangka sebesar Rp 604,2 miliar. (ROZIKIN/m)








