PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias mengatakan bahwa pada Juli 2024 Kalteng mencatatkan deflasi gabungan sebesar 0,68 persen mtm, deflasi lebih dalam dibandingkan Juni 2024 yang deflasi sebesar 0,28 persen mtm.

"Capaian ini merupakan deflasi terdalam di antara provinsi Kalimantan lainnya," kata Andri pada Minggu, 25 Agustus 2024.

Secara spasial kota IHK, kata Andri lagi, deflasi terdalam pada Kota Kapuas sebesar 1,05 persen mtm, sedangkan deflasi terendah pada kabupaten Sukamara sebesar 0,37 persen mtm.

"Deflasi di bulan Juli 2024 utamanya disumbangkan oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau," bebernya.

Mayoritas deflasi di seluruh provinsi di Kalimantan Tengah disebabkan oleh kontraksi harga komoditas daging ayam ras, dan bawang merah.

"Penurunan harga daging ayam ras terjadi seiring panen di beberapa peternak daerah Kalteng dan Kalsel," jelasnya lagi.

--page

Komoditas bawang merah juga memasuki panen raya terutama di daerah Bima, Brebes, Demak dan daerah sentra lainnya.

"Komoditas perikanan terpantau mengalami penurunan seperti Ikan peda dan saluang dikarenakan cuaca yang lebih kondusif meningkatkan produksi perikanan tangkap," katanya.

Sementara, lanjut Andri, komoditas cabai rawit mengalami inflasi karena curah hujan rendah dan kemarau yang melanda daerah sentra menyebabkan pertanaman mengalami kekeringan dan provitasnya turun. (TESTI PRISCILLA/Y)