BORNEONEWS, Palangka Raya - Di Tengah risiko dan tantangan ekonomi global, pertumbuhan ekonomi Kalteng pada tahun 2024 diharapkan dapat tumbuh lebih baik dibandingkan dengan tahun 2023.
"Kinerja pertambangan diprakirakan akan tetap tumbuh positif di tengah tantangan pelemahan permintaan dari negara mitra dagang utama dan masih lemahnya implementasi hilirisasi bauksit," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias pada Minggu, 25 Agustus 2024.
Sementara itu, lanjut Andri lagi, kondisi cuaca yang lebih ideal, mulai digunakannya bibit unggulan IR42, serta program optimalisasi lahan rawa dapat mendorong optimalisasi produksi pertanian termasuk padi dan TBS sehingga sektor pertanian akan tetap tumbuh terjaga.
"Berlangsungnya tahun politik dapat mendorong konsumsi LNPRT dan rumah tangga melalui aktivitas kampanye dan pelaksanaan Pilkada," jelasnya lagi.
Sementara itu dari sisi permintaan, menurut Andri, mengalami perlambatan ekonomi yang dipicu oleh terkontraksinya ekspor, sejalan dengan menurunnya kinerja pertambangan.
--page
"Konsumsi rumah tangga justru ditopang meningkatnya mobilitas Masyarakat terutama pada momen perayaan HBKN, cuti bersama, dan libur ajaran tahun baru mendorong ekonomi tetap tumbuh positif," jelas Andri. (TESTI PRISCILLA/Y)









