BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalteng, Yuliansah Andrias mengatakan bahwa berdasarkan data penyaluran kredit perbankan posisi Juli 2024, kredit yang disalurkan kepada sektor pertambangan mayoritas merupakan kredit modal kerja.
"Data penyaluran kredit perbankan posisi Juli 2024, kredit yang disalurkan kepada sektor pertambangan mayoritas merupakan kredit modal kerja," kata Andri pada Minggu, 25 Agustus 2024.
Sedangkan, katanya, kredit yang paling banyak disalurkan ke sektor pertanian dan industri pengolahan adalah kredit investasi.
"Hal ini menunjukkan bahwa investasi di sektor pertambangan masih minim karena kredit masih didominasi oleh kredit untuk kebutuhan operasional korporasi," tutur Andri lagi.
Kebanyakan bank penyalur kredit pada sektor Pertambangan dan Industri Pengolahan, katanya, yakni sektor yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai sumber hilirisasi, berasal dari Provinsi DKI Jakarta.
--page
"Hal ini disebabkan oleh kebanyakan perusahaan besar yang bergerak pada sektor terkait di Kalteng adalah perusahaan yang berasal dari Provinsi DKI Jakarta," bebernya.
Pada sektor Industri Pengolahan, kredit mayoritas diberikan kepada Industri Minyak Mentah dari Nabati dan Hewani serta Industri Minyak Goreng dari Kelapa.
"Di sisi lain, kredit pada sektor Pertambangan banyak disalurkan kepada subsektor Pertambangan Batubara, Penggalian Gambut, dan Gasifikasi Batubara," bebernya lagi.
Perkembangan ini dijelaskannya mengindikasikan bahwa belum banyaknya pemberian kredit di sektor hilirisasi seperti subsektor Pembuatan Briket Batubara, Industri Barang-barang dari Batubara, dan subsektor lainnya. (TESTI PRISCILLA/Y)









