PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pesatnya perkembangan teknologi digital memberikan berbagai peluang dan tantangan yang harus dihadapi.

"Sebagai regulator, Bank Indonesia memiliki concern dalam mendorong transformasi digital khususnya elektronifikasi transaksi baik yang dilakukan oleh pemerintah daerah, masyarakat maupun pelaku usaha," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias pada Senin, 26 Agustus 2024.

Hal tersebut menurut Andri merupakan salah satu upaya untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi.

"Dalam upaya untuk meningkatkan akseptasi transaksi dan ekonomi kreatif berbasis digital di Kalteng BI menginisiasi kegiatan dengan tajuk Borneo Digital Economy Creative Festival atau Decafest 2024," jelas Andri lagi.

Borneo Decafest merupakan program digital kreatif Bank Indonesia Kalimantan Tengah dalam rangka meningkatkan awareness masyarakat Kalimantan Tengah terhadap Digitalisasi serta mendukung terciptanya ekosistem Digital.

--page

"Program ini dibalut dengan ragam kegiatan Edusociosportainment. Rangkaian kegiatan Borneo Decafest telah dimulai sejak 29 Juli 2024 dan puncak kegiatan Borneo Decafest dilaksanakan pada tanggal 31 Agustus 2024 dan dirangkaikan dengan kegiatan Pekan QRIS Nasional yang dilaksanakan serentak di seluruh Kantor Perwakilan Bank Indonesia," jelasnya lagi.

Pelaksanaan Borneo Decafest berkolaborasi dan bersinergi dengan instansi pemerintah dan pelaku industri seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, BNI, Mandiri, BSI, BTN, BRI, BCA dan Badan Musyawarah Perbankan Daerah atau BMPD Kota Palangka Raya.

"Kolaborasi dan sinergi ini sebagai bentuk komitmen bersama untuk mendorong transformasi digital," bebernya. (TESTI PRISCILLA/y)