BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Koba, Bangka Tengah**, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah menyelenggarakan sebuah diskusi kelompok terfokus atau *focus group discussion* (FGD) yang melibatkan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan ini berfokus pada upaya optimalisasi fungsi infrastruktur terkait air minum dan sanitasi. Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, menyampaikan bahwa setelah mendengarkan paparan dari pihak BPPW, terlihat adanya kebutuhan yang mendesak untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur fisik di daerah tersebut. Menurut Algafry, dalam diskusi tersebut, dibahas berbagai kegiatan yang direncanakan untuk tahun 2024 dan perencanaan di tahun 2025. Fokus utama diskusi terletak pada optimalisasi sistem penyediaan air minum (*SPAM*) serta usulan-usulan lainnya yang relevan. "Kami pastinya siap untuk bekerja sama dengan BPPW dalam program pengembangan air bersih serta sanitasi untuk masyarakat," ungkapnya. Sementara itu, Yenni Mulyadi dari BPPW Babel menjelaskan bahwa FGD ini bertujuan untuk membahas program air minum dan sanitasi yang sedang berjalan serta menerima usulan dari Kabupaten Bangka Tengah. Yenni menambahkan bahwa diskusi juga menyoroti upaya peningkatan fungsi infrastruktur permukiman. Hal ini diharapkan dapat mendukung pencapaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024 terutama di bidang Keciptakaryaan. Dalam FGD tersebut, juga dibahas mengenai kondisi infrastruktur *SPAM* yang ada saat ini. Tercatat ada empat unit *SPAM* yang telah dibangun sejak tahun 2013, yang memberikan pelayanan kepada wilayah Koba, Berok, Padang Mulya, Simpang Perlang, dan Nibung. Sayangnya, kondisi *SPAM* tersebut belum berfungsi secara optimal. Selain itu, terdapat informasi mengenai *SPAM* Jongkong yang dibangun pada tahun 2005, yang juga melayani Koba, Berok, Padang Mulya, Simpang Perlang, dan Nibung. Saat ini, *SPAM* Jongkong ini memiliki 916 sambungan rumah (SR) sebagai pelanggan yang terdaftar. Selanjutnya, *SPAM* Namang yang didirikan pada 2009 melayani wilayah Namang dan Belilik, dengan kondisi yang berfungsi dan didukung oleh 432 pelanggan. Terakhir, *SPAM* Simpangkatis yang mulai beroperasi sejak 2011 memberikan pelayanan kepada Simpangkatis, Katis, dan Puput, dengan total pelanggan sebanyak 186 SR. Dengan adanya diskusi ini, diharapkan ada langkah-langkah konkret yang dapat diambil untuk memperbaiki infrastruktur air minum dan sanitasi di Kabupaten Bangka Tengah yang sangat dibutuhkan masyarakat. ANTARA