BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Warga Kota Pangkalan Bun harus waspada dengan pria yang mengaku tukang pijat keliling yang bisa menyembuhkan penyakit. Pria dengan ciri-ciri menggunakan jaket hitam berbadan besar dan menggunakan kendaraan roda dua ini mengembat iphone pasiennya di Jalan H. Udan Said Nomor 45, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), seharga Rp15 juta, Selasa (12/7/2016).

Menurut Massaidin, orang tua korban, pada saat ia sedang duduk di teras rumahnya singgahlah seorang pria dengan menggunakan kendaraan bermotor sekitar pukul 11.30 WIB. Pria ini mengaku sebagai tukang pijat yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit, termasuk asam urat. Karena tertarik ia mencoba jasa pria tersebut.

Bukan hanya orang tuanya, anaknya Sri Juminawati juga tertarik dan ikut dipijat pada bagian kaki. Sekitar satu jam kemudian usai memijat, Sri meletakkan beberapa telepon seluler termasuk Iphone di atas meja ruang tamu.

Sementara Massaidin usai dipijat segera ke ruang depan dan duduk menunggui anaknya. Sri yang tidak berprasangka buruk terhadap pria itu meninggalkannya bermaksud  mengambil uang untuk membayar jasa pijat pria tersebut di lantai dua rumahnya.

Saat Sri turun dari lantai dua ia sudah tidak menjumpai pria tersebut. Ia menanyakan kepada bapaknya ke mana pria tersebut sudah pergi padahal belum di bayar.

"Anak saya nanya kemana orang itu kok sudah pergi padahal belum dibayar," ujar Massaidin.

Sri yang ingin mengambil Iphone miliknya di atas meja merasa terkejut karena telepon seluler miliknya sudah tidak berada di tempat. Ia pun menanyakan kepada ayahnya apakah melihat Iphone miliknya.

"Saya tidak tahu, dan kami baru sadar kalau pria itu tergiur dengan Iphone tersebut dan mengambilnya," ujar Massaidin.

Lanjut Mashoedin saat itu ia memang melihat pria itu keluar dari rumah dengan tergesa-gesa. Saat ditanyai apakah sudah dikasih uang, ia hanya mengatakan sudah dan segera memacu kendaraannya.

"Orangnya ada di CCTV, tapi karena baru saja kenal ya tidak tahu warga mana itu orang," katanya.

Sri yang mencoba menghubungi nomor yang ada di hape tersebut juga sudah tidak aktif lagi, ia pun segera melaporkan kasus pencurian tersebut ke SPK Polres Kobar dengan menyertakan bukti wajah pria tersebut yang ada di kamera CCTV. (KOKO SULISTYO/m)