SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Seorang mahasiwi berinisial WH (18) bersama ibunya menjadi Korban penjambretan di Jalan MT Hariyono, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 31 Agustus 2023 kemarin, berawal saat korban hendak mengantarkan ibunya berbelanja di Pasar Subuh Sampit. Di tengah perjalanan mereka dibuntuti dua orang pria menggunakan sepada motor Yamaha Jupiter Z1 berwarna biru.

"Saya berboncengan dengan ibu saya, lalu dua orang itu mendekati motor kami. Saya kaget mereka kemudian mengambil handphone yang ada di dashboard motor saya,"  kata WH korban penjambretan, Senin, 2 September 2024.

Korban sempat berteriak karena lokasi kejadian saat itu dalam kondisi yang ramai, di bantu warga sekitar mengejar pelaku. Namun, sayang mereka kehilangan jejak pelaku kabur dengan cepat.

Korban dengan dibantu oleh warga sekitar sempat mengejar pelaku sampai ke depan mall pelayanan publik. Namun, tak ada satu pun yang berhasil karena kehilangan jejak.

"Saya sudah melaporkan kejadian itu ke polisi. Handphone saya banyak dokumen penting di dalamnya," ucap mahasiswi yang kulish di salah satu perguruan tinggi di Sampit itu.

Sementara itu, Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnail melalui Kasat Reskrim AKP Iyudi Hartanto mengatakan, pihaknya telah menerima laporan aksi penjambretan tersebut.

"Sudah kami tangani, pelaku masih kami selidiki," kata Iyudi Hartanto. (BUDDI RAHMAT H/H)