**Borneonews - Palangka Raya**, Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri, Yusharto Huntoyungo, mengungkapkan bahwa Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengalami inflasi terendah di seluruh Kalimantan pada bulan Agustus 2024, dengan angka mencapai 1,29 persen secara *year-on-year* (yoy).
Dalam rapat koordinasi yang diadakan mengenai pengendalian inflasi daerah untuk tahun 2024, Yusharto menekankan pentingnya bagi daerah-daerah yang menunjukkan konsistensi tinggi dalam pengendalian inflasi agar melaksanakan intervensi dan langkah-langkah yang lebih variatif untuk mempertahankan kestabilan ekonominya.
Inflasi di Kalteng yang tercatat pada bulan Agustus 2024 yakni 1,29 persen (yoy), menunjukkan angka yang lebih rendah bila dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain di Pulau Kalimantan. Misalnya, inflasi di Kalimantan Barat mencapai 1,47 persen, Kalimantan Utara 1,59 persen, Kalimantan Selatan 1,71 persen, dan Kalimantan Timur 2,13 persen.
Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng, inflasi di provinsi ini pada bulan Agustus 2024 tercatat meningkat dengan indeks harga konsumen (IHK) yang naik dari 104,19 pada Agustus 2023 menjadi 105,53 pada bulan yang sama tahun ini.
Agnes Widiastuti, Kepala BPS Kalteng, menjelaskan bahwa penghitungan tersebut berdasarkan hasil pantauan yang dilakukan di empat daerah, yaitu Kota Palangka Raya, Sampit, Kapuas, dan Sukamara.
Pemerintah Provinsi Kalteng berkomitmen untuk terus mengendalikan inflasi melalui berbagai program dan kegiatan yang telah direncanakan. Bahkan, pemerintah pusat memberi pengakuan kepada Pemprov Kalteng atas keberhasilan dan konsistensi dalam pengendalian inflasi daerah dengan memberikan penghargaan berupa Insentif Fiskal untuk tahun 2024.
Pada tahun anggaran 2024, Kalteng menerima insentif fiskal kategori Pengendalian Inflasi Daerah Periode I, bersama dengan tiga provinsi lainnya. Nilai insentif yang diterima oleh Kalteng adalah lebih dari Rp5,7 miliar.
Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran, menyatakan bahwa berbagai upaya untuk mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat terus dilakukan. Upaya tersebut termasuk pelaksanaan pasar murah, pasar penyeimbang, serta Gerakan Pangan Murah, di samping program dan kegiatan lainnya yang dirancang untuk mendukung stabilitas ekonomi di Kalteng.
ANTARA
Inflasi Kalteng Terendah di Kalimantan, Pemerintah Terus Upayakan Kendali
Bagikan:

PALANGKARAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemprov Kalteng Tetap Perkuat Bansos Tekan Inflasi Daerah
Inflasi Kalteng Pekan Ketiga November 2024 Catatkan 0,18 Persen
Anggota DPRD Kalteng Tekankan Pentingnya SDM Berkualitas untuk Kemajuan Kalimantan Tengah
KJRI Kuching Upayakan Pemulangan 7 Jenazah WNI Meninggal di Sarawak
Pemerintah Kalteng Perkuat Sinergi Tata Kelola Barang Milik Daerah
Sinergi Pemerintah dan BUMDes Kalteng Wujudkan Desa Mandiri
Komentar (0)
Memuat komentar…







