BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kondisi ruang sekolah dasar di Cemara Labat, Dusun Sambas, Kecamatan Kapuas Kuala Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah sangat memprihatinkan. Kondisi sekolah yang beratap daun, berdinding papan dan hanya ada dua ruang sekolah, sehingga murid-muridnya berdesakan saat belajar. Sekolah ini berdiri sejak 2008.

Setelah berjalan delapan tahun, sekolah yang berada di tepi sungai tersebut menjadi perhatian oleh pemerintah. Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat bersama instansi terkait mendatanggi sekolah tersebut, baru-baru ini.

Bupati juga melakukan pemancangan tiang pertama pembangunan bangunan semi permanen Sekolah Dasar Negeri Dusun Sambas di atas tanah milik warga yang dihibahkan khusus untuk pembangunan sekolah tersebut. Pemancangan tersebut disaksikan oleh ratusan warga masyarakat Dusun Sambas yang masyarakatnya hidup sebagai nelayan dan sebagian kecil sebagai petani. Lokasi Dusun Sambas hanya beberapa mil dari Laut Batanjung, Kapuas, Kalimantan Tengah.

Usai melakukan pemancangan pembangunan Sekolah Dasar Dusun Bambas, kepada sejumlah wartawan, Ben Brahim mengatakan bahwa anak-anak jangan sampai tidak sekolah dan anak-anak jangan ikut melaut. Utamakan pendidikan bagi anak-anak, sehingga ke depan anak-anak bisa berguna bagi nusa dan bangsa. Ben tak mau di dusun ini masyarakatnya menjadi keterbelakangan, dan yang terpenting utamakan sekolah.

"Anak-anak wajib mendapatkan pendidikan dari usia dini hingga dewasa. Bagi para orangtua wajib menyekolahkan anak-anaknya. Anak-anak harus rajin belajar dan bercita-cita setinggi langit. Kalian harus bisa menjadi orang yang sukses. Kelak anak-anak akan menjadi pemimpin, sehingga walau orang dusun tetapi dalam pendidikan tak kalah penting dengan orang perkotaan," pesan Ben Brahim.

Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Kapuas Darwandi juga turut andil dalam memajukan sekolah tersebut. Mereka sempat memberikan seragam sekolah maupun tas sekolah.

Dusun Sambas jauh dari kecamatan. Motor aktifitas masyarakat sehari-hari dengan menggunakan transportasi air.

Dalam acara itu masyarakat diberi kesempatan untuk melakukan tanya jawab. Dalam tanya jawab Afta, warga setempat meminta kepada Bupati Kapuas agar dibangunkan kolam di desanya. Tujuannya agar ikan hasil tangkapan tak semuanya langsung dijual, akan tetapi dimasukkan ke dalam kolam. Warga juga meminta traktor untuk mengolah tanah pertanian serta lampu pembangkit listrik tenaga solar atau PLTS.

Permintaan warga yang paling utama dari masyarakat adalah mereka minta dibangunkan jembatan penghubung antar desa. Sebab di desa tersebut hampir 99% masyarakatnya menggunakan transportasi sungai. Namun permintaan semuanya tidak ditolak bupati.

"Kita akan membuat perencanaan apa yang diminta masyarakat Dusun Sambas," kata bupati. (DJEMMY NAPOLEON/m)