BORNEOENWS, Palangka Raya - Populasi orangutan Kalimantan bukan lagi berstatus terancam punah. Namun statusnya telah meningkat menjadi sangat-sangat terancam punah.
"Tadinya berstatus terancam punah. Kini naik menjadi sangat-sangat terancam punah," kata Koordinator Komunikasi dan Edukasi Yayasan BOS Nyaru Menteng Monterado Fridman kepada Borneonews, Senin (25/7/2016).
Dia menuturkan, peningkatan status ini telah dirilis oleh International Union for Conservation Nature (IUCN) pada Juli 2016 ini. Pria yang lebih akrap disapa Agung inipun menduga jika jumlah orangutan bisa dipastikan menurun dari angka sebelumnya 54 ribuan.
"Otomatis menurun. Bisa-bisa 40 ribuan. Tapi data pastinya saya belum megang," imbuhnya.
Agung juga menduga, salah satu ancaman itu terjadi akibat kebakaran hutan dan lahan seperti pada 2015 lalu. Selain itu juga tidak menutupkemungkinan adanya konflik dengan manusia.
Oleh sebab itu, dia mengajak semua lapisan masyarakat untuk menjaga populasi orangutan di Kalimantan agar tetap hidup seperti sediakala. "Jadi sekarang perlu perhatian semua pihak terutama di Kalimantan, bagaimana ini bisa ditangani.
Karena sekarang hutan yang melindungi mereka sudah tidak aman," tuntasnya. (BUDI YULIANTO,)
Orangutan Kalimantan Sangat-sangat Terancam Punah
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Orangutan yang Ditemukan di Hutan Sekitar Area Operasional SSMS Dilepasliarkan ke Suaka Margasatwa Lamandau
Orangutan Ditemukan di Hutan Sekitar Operasional SSMS, Langsung Dikoordinasikan ke BKSDA
Orangutan Aset Bangsa, tapi Apakah Sudah Jadi Tuan Rumah di Negaranya Sendiri
Deretan Satwa Dilindungi Dilaporkan Terdampak Karhutla di Kotim
21 Orangutan Jadi Indikator Penting Kondisi Hutan Masoraian
Orangutan Masoraian Butuh Hutan yang Tetap Terjaga
Komentar (0)
Memuat komentar…







