**Borneonews - Samarinda**, Gelaran Musabaqah Tilawatil Quran tingkat Nasional (MTQN) ke-30 yang sedang berlangsung di Samarinda, Kalimantan Timur, telah memberikan berkah yang signifikan bagi sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terlibat dalam acara tersebut.
Acara yang digelar dari tanggal 8 hingga 15 September ini tidak hanya menyajikan kompetisi tilawatil Quran, tetapi juga mengadakan *Expo Pameran Seni Antarbangsa* dan *Halal Food*. Dalam event ini, terdapat lebih dari 200 anjungan atau *stand*, 70 *booth* kuliner halal, serta 30 produk unggulan dari berbagai daerah di Indonesia. Hal ini memberikan dampak positif yang nyata bagi perkembangan ekonomi di Kalimantan Timur.
Salah satu pengusaha yang merasakan dampak positif dari pameran ini adalah Fadliyah Alaydrus, pemilik usaha roti maryam bernama "Acil Ipad" asal Samarinda. Ia mengungkapkan bahwa keuntungan harian usahanya meningkat drastis hingga mencapai Rp2 juta semenjak pembukaan pameran bersamaan dengan MTQN ke-30. Sebelumnya, ia hanya memperoleh keuntungan sekitar Rp300-500 ribu dalam sehari. "Setelah pembukaan Expo kemarin, keuntungan saya bisa mencapai Rp2 juta per hari," jelas Fadliyah.
Senada dengan itu, Wahyudi, yang memiliki toko bernama "Aci Baru" yang menyediakan suvenir, juga merasakan lonjakan dalam pendapatan. Ia melaporkan bahwa total keuntungan tunai yang diperoleh telah mencapai Rp3 juta, sementara transaksi menggunakan QRIS menyumbang Rp1-2 juta. "Sejak tanggal 6 September, sebelum pameran dibuka pada tanggal 8, dalam sehari saya bisa mendapatkan penghasilan penjualan sekitar Rp5 juta," ungkapnya.
Ahmad Zayadi, Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, menyatakan bahwa MTQN ke-30 bukan hanya merupakan kompetisi keagamaan terbesar di Indonesia, melainkan juga sebuah peluang penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah yang menjadi tuan rumah. "Kami melihat peran strategis MTQ dalam meningkatkan sektor ekonomi lokal, khususnya di Kalimantan Timur. Acara ini tidak hanya sebagai syiar Al-Quran, tetapi juga sebagai wadah bagi masyarakat untuk mempromosikan dan mengembangkan produk unggulan daerah mereka," tambah Zayadi.
Lebih jauh, Zayadi menjelaskan bahwa penyelenggaraan MTQ Nasional membawa dampak yang menyeluruh dan positif, termasuk untuk sektor UMKM, kuliner, dan produk kreatif lainnya. Ia menegaskan bahwa acara besar seperti MTQ tidak hanya memberikan manfaat spiritual, tetapi juga berkontribusi terhadap kesejahteraan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat. "MTQ Nasional ini menunjukkan bahwa acara keagamaan bisa menjadi kekuatan dalam membangkitkan ekonomi baru bagi masyarakat lokal," tuturnya yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Panitia Pelaksana MTQN ke-30.
ANTARA
MTQN ke-30 di Samarinda Dorong Pertumbuhan Ekonomi UMKM
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Menko: Ekonomi dan Keuangan Syariah Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan
OJK Dorong Industri Usaha Pembiayaan Berkontribusi Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Okki Maulana Dorong Peningkatan Infrastruktur di Pelosok untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan Ekonomi Kalteng Dorong Kesejahteraan Masyarakat
Peningkatan Pengeluaran Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kalteng
Rojikinor Terapkan Good Governance dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Palangka Raya Jika Terpilih
Komentar (0)
Memuat komentar…







