BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pada Pilkada Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) 2017, Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat berencana akan menggunakan maskot khusus, yakni orangutan.

Satwa langka dilindungi yang satu ini dipilih lantaran dinilai memiliki hubungan yang cukup erat dengan Kotawaringin Barat. Terutama dalam hal kepariwisataan. Sebab, sejak beberapa tahun terakhir orangutan sudah dianggap sebagai salah satu ikon kepariwisataan Kobar.

Orangutan juga kerap diasosiasikan sebagai magnet atau daya tarik khusus yang dimiliki Kobar. Terutama karena keberadaan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), yang merupakan kawasan konservasi orangutan terbesar di dunia.

Ketua KPU Kobar, Siti Wahidah mengaku, pihaknya telah menentukan orangutan sebagai maskot yang nantinya akan digunakan untuk simbol atau ikon Pilkada Kobar 2017. Maskot tersebut nantinya didesain dengan tetap akan berbasis pada lambang daerah Kobar. penggunaan maskot pada pelaksanaan Pilkada itu merupakan hal telah lumrah dilakukan, khususnya sejak beberapa tahun terakhir.

"Seperti daerah lain, Kabupaten Jepara kalau tidak salah menggunakan gajah sebagai maskot. Kemudian kemarin Kotim (Kotawaringin Timur) juga menggunakan Ikan Jelawat sebagai maskotnya. Kita berencana akan menggunakan orangutan untuk Pilkada 2017," ujar Siti Wahidah, Senin (1/8/2016).

Beberapa waktu terakhir KPU telah mulai menjalin komunikasi dengan sejumlah non-goverment organization (NGO) atau lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang konservasi orangutan di Kobar terkait rencana pembuatan maskot Pilkada Kobar itu. KPU berharap bisa mendapat saran dan masukkan dari para aktivis atau pihak-pihak tertentu yang biasa berkecimpung dalam dunia orangutan.

"Kita ingin minta saran untuk desain pembuatan maskot itu. Ada beberapa yang kita mintai saran. Kepada Yayasan Orangutan Indonesia, Orangutan Foundation International (OFI) dan Orangutan Foundation UK (United Kingdom)," kata Siti Wahidah. (RADEN ARYO/m)