PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, menyampaikan bahwa pada triwulan II 2024, ekonomi Kalimantan Tengah mengalami pertumbuhan sebesar 3,80 persen yoy.

"Angka ini lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 5,01 persen yoy, serta berada di bawah pertumbuhan ekonomi Kalimantan dan nasional," kata Andri pada Selasa, 17 September 2024.

Menurut Andri, perlambatan pertumbuhan ekonomi ini terutama disebabkan oleh kinerja sektor pertambangan dan industri pengolahan yang tumbuh terbatas.

"Pertambangan mengalami pertumbuhan yang melambat akibat permintaan global yang lemah, terutama dari negara mitra dagang utama seperti China dan Jepang," jelasnya.

Selain itu, kata Andri, terbatasnya pertumbuhan industri pengolahan disebabkan oleh menurunnya produksi CPO akibat isu non-produksi di sekitar pabrik TBS.

--page

Namun demikian, Andri menambahkan bahwa perlambatan yang lebih dalam berhasil ditahan oleh kinerja perdagangan yang masih tumbuh cukup tinggi.

"Perdagangan antar daerah dan perdagangan ritel yang meningkat seiring dengan konsumsi rumah tangga yang lebih tinggi, berhasil menahan perlambatan ekonomi yang lebih dalam," ujarnya.

Dari sisi permintaan, perlambatan ekonomi dipicu oleh kontraksi ekspor yang sejalan dengan menurunnya kinerja pertambangan.

"Namun, konsumsi rumah tangga yang meningkat, terutama pada momen perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional atau HBKN, cuti bersama, dan libur ajaran tahun baru, mendorong ekonomi tetap tumbuh positif," tambahnya.

Dengan demikian, menurutnya meskipun menghadapi tantangan dari sisi eksternal, ekonomi Kalimantan Tengah masih mampu menunjukkan pertumbuhan yang positif berkat dukungan dari sektor perdagangan dan konsumsi rumah tangga. (TESTI PRISCILLA/J)