BORNEONEWS, Palangka Raya - Nilai impor Kalimantan Tengah naik drastis pada Juni 2016, mencapai sebesar 821,79% dibandingkan bulan sebelumnya. Sebab nilai impor selama Juni 2016 tercatat US$11,26 juta, sedangkan pada Mei 2016 hanya US$1,22 juta, atau naik US$ 10,04 juta dalam waktu sebulan.
Sementara kondisi secara keseluruhan selama Januari-Juni 2016, impor Kalteng juga mengalami kenaikan 13,04 % dari US$31,76 juta menjadi US$35,91 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Sedangkan jika dbandingkan dengan Juni 2015 atau year to year, nilai impor pada Juni 2016 mengalami kenaikan sebesar 95,03%,” kata Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Kalteng, Bambang Supriono, Senin (1/8/2016) siang.
Selama Juni 2016, impor Kalteng didominasi oleh dua kelompok komoditas utama yakni mesin dan pesawat mekanik senilai US$ 10,25 juta (91,07 %) dan bahan bakar mineral senilai US$ 1,00 juta (8,91 %). Selama Januari-Juni 2016, kedua komoditas tersebut juga mendominasi impor yakni masing-masing US$ 29,13 juta (81,13 %) dan US$ 4,19 juta (11,68 %). Dominasi barang impor Kalteng berasal dari Malaysia yaitu 95,89 %.
Namun anehnya Bambang menyebut, neraca perdagangan Kalteng relatif selalu mengalami surplus dari bulan ke bulan karena rendahnya permintaan terhadap barang impor. Bahkan ia juga menyimpulkan, di posisi bulan ini neraca perdagangan dengan seluruh mitra dagang utama mengalami surplus US$72,79 juta.
Sementara menjelaskan kondisi ekspor Kalteng, ia mengakui selama Juni 2016 juga ikut meningkat. Total selama Juni mencapai US$ 84,05 juta, meningkat US$ 6,31 juta (8,12 %) dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya US$ 77,74%. Nilai sebesar ini merupakan ekspor langsung melalui Kalteng senilai US$ 11,41 juta dan provinsi lain senilai US$ 72,64 juta.
“Jadi sayangnya, ekspor kita ini banyak yang dari pelabuhan luar Kalteng, bukan dikirim dari daerah kita sendiri.Kita terus mendorong agar ekspor Kalteng dilakukan dari pelabuhan di Kalteng,” katanya.
Secara keseluruhan selama Januari-Juni 2016, total nilai ekspor tercatat US$ 474,57 juta, menurun US$ 221,58 juta atau sebesar 31,83 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar US$ 696,15 juta. Tujuan ekspor paling utama Kalteng selama Juni 2016 adalah Jepang disusul India. (ROZIKIN/m)








