BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat peningkatan jumlah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Palangka Raya. Hingga saat ini tercatat 127 kejadian Karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 44,26 hektare.
Berdasarkan data BPBD Palangka Raya, Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah dengan kejadian Karhutla terbanyak, yaitu 87 kejadian. Disusul oleh Kecamatan Sebangau dengan 22 kejadian, Kecamatan Pahandut dengan 11 kejadian, Kecamatan Bukit Batu dengan 7 kejadian, dan Kecamatan Rakumpit dengan 0 kejadian.
Analisis BPBD menunjukkan bahwa bulan Agustus dan September menjadi bulan dengan kejadian Karhutla terbanyak. Pada bulan Agustus, tercatat 66 kejadian dengan luas lahan terbakar 20,07 hektare.
"Sementara itu, hingga saat ini, bulan September telah mencatat 31 kejadian dengan luas lahan terbakar 13,75 hektar," katanya, Kamis, 19 September 2024.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Palangka Raya, Heri Fauzi, mengatakan bahwa peningkatan kejadian Karhutla di Palangka Raya disebabkan oleh beberapa faktor, seperti cuaca panas dan kemarau panjang, serta aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab.
BPBD Palangka Raya terus berupaya untuk mencegah dan menanggulangi Karhutla dengan melakukan berbagai upaya, seperti sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, patroli dan pemantauan di wilayah rawan Karhutla, serta penanggulangan kebakaran yang terjadi.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan Karhutla," pungkasnya. (PATHUR/H)









