KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Pemerintah Kabupaten Kapuas menyatakan kesiapan penuh dalam menghadapi Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 yang akan dilakukan oleh Kementerian Kesehatan. 

Hal itu disampaikan Penjabat (Pj) Bupati Kapuas, H. Darliansjah saat kunjungan kerjanke Kecamatan Kapuas Murung.

Dijelaskannya terdapat 64 blok sampling yang tersebar di desa dan kelurahan di 17 kecamatan yang akan disurvei terkait status gizi balita dan stunting.

“Ada 64 blok sampling di desa dan kelurahan di 17 kecamatan yang akan disurvei oleh Kemenkes. Fokus survei adalah menilai status stunting dan mengetahui status gizi balita serta mengukur indikator sasaran intervensi spesifik dan sensitif di Kabupaten Kapuas," katanya, Sabtu, 21 September 2024. 

Di Kecamatan Kapuas Murung, survei akan dilakukan di empat lokasi blok sampling, yaitu Kelurahan Palingkau Lama, Desa Palingkau Jaya (SP1), Desa Mampai, dan Desa Palangkau Lama,” jelasnya.

Dirinya juga memaparkan perkembangan positif terkait penurunan angka stunting di Kabupaten Kapuas. 

Berdasarkan hasil survei SSGI, angka stunting di daerah tersebut terus menunjukkan penurunan signifikan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2019, angka stunting berada di angka 42,37 persen, kemudian turun menjadi 25 persen pada tahun 2021.

Lalu 20,10 persen pada tahun 2022, dan pada tahun 2023 berhasil ditekan hingga 16,20 persen.

"Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan kebijakan melalui Peraturan Bupati Kapuas nomor 50 tahun 2022 tentang pencegahan dan penanganan stunting. Gerakan Bersama Menuju Kapuas Bebas Stunting atau Gema Eka Asi menjadi landasan penting dalam menekan angka stunting di wilayah ini," tuturnya..

Dengan kerja sama berbagai pihak dan dukungan masyarakat, Kabupaten Kapuas optimis dapat terus mengurangi angka stunting dan mencapai target yang ditetapkan dalam waktu dekat. (DODI/H)