BORNEONEWS, Sampit - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur Faisal Novendra Cahyanto mengimbau masyarakat mewaspadai berbagai macam penyakit yang muncul pada musim kemarau. Penyakit yang sering muncul menyerang masyarakat pada musim kemarau seperti batuk, demam, diare hingga Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
“Trend tiap tahun, peralihan musim banyak warga terserang ISPA dan diare sehingga harus menjalani perawatan, baik itu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) maupun di puskesmas,” kata Faisal.
Dia menjelaskan, penyakit ISPA dapat dengan mudah menyerang masyarakat karena di musim kemarau debu bercampur polutan yang beterbangan kemungkinan besar masuk ke rongga pernafasan yang akhirnya menyebabkan batuk disertai flu dan ISPA.
Selain itu, debit air bersih yang menurun pada musim kemarau juga berpotensi menyebabkan warga memakai air yang kurang bersih untuk kebutuhan rumah tangganya sehingga dampaknya warga terkena diare karena mengonsumsi air minum yang kurang higienis.
Menurutnya, langkah paling efektif untuk mencegah penyebaran penyakit ini adalah menjaga kebersihan lingkungan serta banyak mengkonsumsi makan-makanan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.
“Oleh karena itu kami mengimbau warga untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungannya masing-masing seperti mencuci tangan dan mengkonsumsi dengan air bersih atau bisa menggunakan masker ketika melintasi jalan yang berdebu,” katanya.
Kemudian, untuk mengatasi penyebaran penyakit saat kemarau, Dinkes juga telah meminta petugas puskesmas untuk lebih banyak memberikan penyuluhan terhadap masyarakat serta melakukan pengawasan di daerah dengan kasus penyakit diare dan ISPA yang cukup tinggi seperti di wilayah perkotaan yakni Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang.
Sementara itu yang diakui rawan muncul penyakit diare adalah di wilayah Selatan, seperti Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Tluk Sampit dan Pulau Hanaut. Sebab, tiga kecamatan itu pada musim kemarau mengalami krisis air bersih. (RAFIUDIN/m)








