SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengambil langkah serius dalam mencegah kekerasan di sekolah, terutama kasus bullying yang marak terjadi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembentukan satuan tugas (Satgas) pencegahan kekerasan, tidak hanya di satuan pendidikan, tetapi juga di tingkat kecamatan.

"Masalah bullying ini terjadi hampir di seluruh Indonesia, termasuk di Kotim. Maka dari itu, Kemendikbud Ristek telah mengeluarkan Permendikbud Nomor 46 Tahun 2023 tentang Tim Pencegahan dan Penanganan Tindakan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan," ujar Kepala Disdik Kotim, Muhammad Irfansyah, Senin, 30 September 2024.

Menurutnya, setiap sekolah di Kotim wajib membentuk Satgas untuk menangani kekerasan, termasuk bullying. Meskipun program ini baru berjalan sejak 2023, evaluasi akan dilakukan pada tahun 2024 untuk mempercepat implementasinya.

"Selain Satgas di sekolah, kami juga akan membentuk Satgas di tingkat kecamatan dan kabupaten. Kami juga akan mengadakan pelatihan bagi guru yang tergabung dalam Satgas untuk menangani kekerasan di sekolah dengan lebih profesional," imbuh Irfansyah.

Dalam program Merdeka Belajar episode ke-25, fokus utama adalah pada pencegahan kekerasan, bukan hanya penanganannya. Irfansyah menekankan pentingnya tindakan pencegahan, karena korban bullying sering kali juga bisa menjadi pelaku, dan sebaliknya.

--page

“Kami bekerja sama dengan berbagai pihak seperti Perlindungan Anak, LSM peduli pendidikan anak, serta lembaga adat untuk memastikan bahwa bullying dan kekerasan di lingkungan sekolah dapat diminimalisir," ujarnya.

Irfansyah juga mengingatkan bahwa bullying sering kali sulit dibedakan dengan candaan, yang berpotensi merusak mental anak. Oleh karena itu, lingkungan sekolah sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter siswa.

"Kekerasan terjadi tidak hanya di tingkat TK, SD, atau SMP, tetapi juga di kalangan mahasiswa. Bahkan, ada juga kasus bullying terhadap guru. Hal ini menunjukkan pentingnya peran pendidikan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan positif," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)