BORNEONEWS, Kasongan - Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) melepasliarkan sebanyak 10 individu orangutan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya Kabupaten Katingan.

Acara seremoni pelepasliaran orangutan hasil reintroduksi Nyaru Menteng Tangkiling Kota Palangkaraya itu dihadiri Direktur Jenderal (Dirjen) Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Tachrir Fathoni di halaman Kantor Bupati Katingan, Sabtu (13/8/2016).

Dalam kaporannya, CEO BOS, Jamartin Sihite mengatakan jika orangutan Kalimantan satu kali langkah lagi akan punah. Maka untuk itu perlu ada kerjasama semua pihak menyelamatkan orangutan dari kepunahan ini.

"Kita bisa menjamin orangutan Kalteng tidak akan punah, nggak ada orang bisa menyelamatkan orangutan sendiri. Semua kita bahu membahu, dengan demikian saya yakin orangutan di Katingan dan Kalteng serta Kalimantan umumnya tidak akan pernah punah," sebut Jamartin Sihite.

Untuk tahap awal, kata dia, pihaknya melepasliarkan 10 individu orangutan di TN Bukit Baka Bukit Raya.

Di pusat rehabilitasi Nyaru Menteng Tangkiling, tuturnya setiap bulan ada orangutan yang masuk. "Sekarang ada sekitar 420 orang hutan di pusat rehabilitasi itu, dan hampir 100-san individu siap lepas liar, dan itu butuh hutan," kata Sihite.

Sebelumnya pihaknya sudah melakukan survei di TN Bukit Baka Bukit Raya ini, dan ada lima blok yang dinilai layak untuk pelepasliaran tersebut.

Namun yang akan difokuskan lebih dulu blok B dan C, yang diperkirakan akan bisa menampung sekitar 300-san orang utan. 

"Setidaknya 3-4 tahun ke depan areal ini bisa cukup untuk melepaskan orangutan yang antre di Nyaru Menteng," imbuhnya.

Kepala Balai TN Bukit Baka Bukit Raya Bambang mengatakan setelah 10 orangutan dilepasliarkan, maka perlu ditindaklanjuti terkait dengan habitat, predator atau yang menjadi pesaing orangutan. Bahkan juga harus ada sosialisasi dengan masyarakat sekitar.

Pasalnya pelepasliaran orangutan di TN Bukit Baka Bukit Raya ini adalah yang pertama kalinya. (ABDUL GOFUR/m)