BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz mengatakan bahwa pihaknya mengharapkan agar generasi muda tidak terjebak dalam fenomena YOLO atau You Only Live Once, kemudian FOMO atau Fear of Missing Out, dan FOPO atau Fear of Others People Opinion.
"Kami berharap kepada adik-adik mahasiswa agar tidak terjebak dari fenomena YOLO, FOMO, dan FOPO serta kedepannya dapat lebih bijak dalam melakukan pengelolaan keuangan," kata Danu dalam keterangan resminya pada Selasa, 1 Oktober 2024.
Hal ini disampaikan Danu kepada 325 mahasiswa di Aula Universitas Antakusuma, Pangkalan Bun dalam seminar edukasi keuangan dengan tema "Menuju Masa Depan Gemilang Melalui Investasi Saham" hasil kolaborasi antara OJK Kalteng bersama Bursa Efek Indonesia atau BEI Kalteng.
"Saya berharap adik-adik mahasiswa selalu berhati-hati terhadap iming-iming untuk memperoleh uang dengan cara instan, seperti melalui judi online, investasi ilegal dan pinjaman online ilegal," tuturnya lagi.
Menurut Danu, mahasiswa harus memahami prinsip 2L, yaitu legal dan logis. "Cek keaslian dan perizinan entitas keuangan, serta harus logis terhadap penawaran imbal hasil yang diberikan," imbuh Danu lagi.
--page
Sementara itu, dalam sambutannya Rektor Universitas Antakusuma, Prof M Fatchurahman menyampaikan bahwa pendidikan saat ini merupakan hal yang sangat penting untuk masa depan adik-adik mahasiswa guna mendukung pembangunan ekonomi di Kabupaten Kotawaringin Barat.
Adanya kegiatan ini menurutnya merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar dan memperdalam ilmu mengenai dunia Pasar Modal.
"Saya juga berharap adik-adik mahasiswa juga berhati-hati dan menjauhi aktivitas keuangan ilegal karena dapat merugikan kedepannya," terang Prof Fatchurahman lagi.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh staf Edukasi Keuangan OJK Kalteng, Noor Bima Haru Kurniawan, mengenai tugas dan fungsi OJK, tips pengelolaan keuangan, serta waspada aktivitas keuangan ilegal, seperti pinjaman online ilegal, investasi ilegal, dan judi online.
Selain itu juga terdapat pemaparan materi mengenai pengenalan Pasar Modal oleh Kepala BEI Kalimantan Tengah, dan materi pengenalan teknik analisis saham dari Phintraco Sekuritas.
Hadir pada kegiatan ini Rektor dan Wakil Rektor 1 Universitas Antakusuma, Kepala Kantor Perwakilan BEI Provinsi Kalimantan Tengah, Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Antakusuma, Kepala GI BEI Universitas Antakusuma, Dekan Fakultas Ekonomi, dan Perwakilan dari Phintraco Sekuritas. Adapun tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan kepada generasi muda terutama pada sektor Pasar Modal. (TESTI PRISCILLA/Y)









